YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Guna mengamankan air embung Mororejo agar tidak tercampur efluen dari IPAL Komunal yang ada disekitar lokasi, pelaksana proyek embung bakal membuat sambungan outlet dengan pipa. Setidaknya dibutuhkan 150-an meter pipa untuk membuang efluen keluar dari embung.
Kepastian ini diungkap M. Fahrurozi, PPK DSE Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Menurutnya, penyambungan outlet dengan pipa dilakukan sesuai masukan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah (PPW) DIY.
Baca juga
“Nanti disambung, itu jadi bagian item pekerjaan tambah kurang setelah pekerjaan utama selesai. Mau tidak mau memang harus disambung dengan pipa karena outlet IPAL komunal berada di dalam area embung,” ucap Fahrurozi, kemarin.
Menurut dia, bila outlet tidak disambung maka efluen IPAl akan masuk ke dalam embung. Hal itu dikhawatirkan akan mencemari air embung. “Sekarang yang sedang bekerja saja terganggu dengan adanya outlet di lokasi, kalau tidak disambung dialirkan keluar nanti bagaimana,” katanya.
Nantinya, kata Fahrurozi, sambungan outlet akan dilakukan dengan pipa ukuran tiga inci. Pipa yang digunakan bukan pipa khusus, melainkan pipa biasa sebagaimana masukan dari PPW. “Sekitar 150-an meter, disambung dari outle sampai keluar dari embung,” tegasnya.
Sebelumnya, Balai PPW DIY menyarankan agar pelaksana proyek embung Mororejo menyambung otlet IPAL komunal dengan pipa. Arif Wahyu ST, Kepala Satker Pelaksanaan PPW DIY mengatakan, penyambungan outlet dengan pipa dilakukan sampai bagian setelah embung. Hal itu dilakukan agar efluen dari IPAl komunal bisa tersalurkan keluar dan tidak mengganggu embung.
Menurut Arif, untuk menyambung outlet dengan pipa tidak perlu dilakukan dengan pipa berukuran besar. Pipa sambungan cukup pipa ukuran 3-4 inc dan tidak diperlukan pipa khusus seperti untuk kebutuhan air minum atau limbah, melainkan bisa dilakukan dengan pipa standar yang banyak dijual di toko material.
“Itu kan efluennya memang harus dibuang, jadi yang terpenting efluennya enggak tersumbar. Pipa gak besar kok, bisa pakai yang dijual di toko material. Jadi tidak perlu pipa khusus, hanya efluennya saja dialirkan setelah embung,” terang Arif.
Dia menjelaskan, buangan atau efluen dari IPAl komunal sudah sesuai standar untuk bisa dibuang ke sungai. Efluen itu, kata dia, memang harus dibuang. Karenanya, bila tidak ingin mengganggu embung yang dibangun di alur sungai yang juga jadi tempat pembuangan saluran dari IPAl, maka solusinya dengan menambahkan pipa.
Arif juga menyarankan, bila dirasa mengganggu dari sisi estetika maka IPAL bisa ditutup dengan meninggikan bagian hulu embung. Dengan cara itu, instalasi IPAL tidak terlihat. Saran ini ia sampaikan lantaran embung biasanya juga difungsikan sebagai lokasi wisata.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |