BANTUL (wartakonstruksi.id)Â - Wisata Banyu Kencono yang terletak di pertemuan Sungai Opak dan Gajahwong di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret masih kurang beruntung. Obyek wisata ini kalah populer dari obyek lain di Sungai Opak seperti Taman Glugut dan Taman Pelangi.
Dibanding dua obyek itu, Banyu Kencono ternyata lebih sepi pengunjung. Padahal lokasinya lebih luas. Keramaian hanya terlihat saat hari Minggu saja.
"Di sini ramainya kalau minggu, kalau hari-hari biasa sepi. Lebih sepi dari Taman Glugut. Padahal parkirnya di sini luas, sedangkan di Glugut sempit dan masuk gang kalau mau ke sana," ujar Sarjilah, penjaga warung di Banyu Kencono, kemarin.
Baca juga:
Sarjilah tidak tahu persis apa penyebab sepinya destinasi wisata yang termasuk baru tersebut. Dari segi tempat dan fasilitas, Banyu Kencono jelas tidak kalah dari Taman Glugut yang tidak jauh dari tempat itu. Banyu Kencono dilengkapi pendopo, toilet, taman bunga, perahu wisata, gazebo dan tempat duduk dari kayu atau bambu, panggung terbuka, pusat kuliner, outbound, serta tempat parkir yang sangat luas.
Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pertengahan Oktober 2018, Pemda DIY menyelenggarakan rangkaian acara perayaan warisan budaya tak benda DIY 2018 di Kecamatan Pleret, salah satu tempatnya adalah Banyu Kencono. Di situ diadakan pentas Jathilan, pergelaran Angguk, dan lainnya.
Sarjilah berharap agar Banyu Kencono bisa lebih ramai lagi agar dagangannya laku terjual dan omzetnya bisa naik.

Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Pleret, Sadimin sebelumnya mengatakan, Banyu Kencono merupakan salah satu dari tiga destinasi yang sedang dikembangkan. Namun, Banyu Kencono sendiri mempunyai kendala terkait tanah. "Kalau Banyu Kencono pengembangannya ada masalah soal tanah. Sebagian punya Kraton, sebagian punya warga," ujar Sadimin.
Warga Wonokromo 1, Nurfi Agus mengatakan, Banyu Kencono hingga saat ini memang lebih sepi daripada Taman Glugut. "Mungkin karena Taman Glugut lebih alami daripada Banyu Kencono, jadinya lebih ramai," kata dia.
Menurutnya, Banyu Kencono juga memiliki masalah tanah seperti Taman Glugut, bedanya tanah Taman Glugut dimiliki oleh seluruh warga Wonokromo, sedangkan Banyu Kencono sebagian dimiliki oleh pihak Kraton Yogyakarta. Bahkan, bukan hanya warga Karet saja yang memiliki tanah di Banyu Kencono, namun juga warga Wonokromo yang berada di seberang Sungai Gajahwong.
Arif KF
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |