Sleman Hasilkan Sampah 472 m3 per Hari, Pengangkutan Andalkan Swasta
Senin, 29 Oktober 2018 20:49 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) –  Sleman merupakan salah satu kabupaten penyumbang sampah yang jumlahnya terhitung tidak sedikit. Volume sampah yang dihasilkan per bulannya mencapai  14.164 m3 atau rata-rata 472 meter kubik per hari. Pemkab sendiri memiliki armada angkut yang jumlahnya terbatas untuk angkutan sampah. Meski begitu pengangkutan dari tempat pembuangan sementara (TPS)  menuju tempat pembuangan akhir (TPA) tidak terkendala lantaran sokongan unit dari pihak swasta. “Data bulan September jumlah sampah tercatat rata- rata sebanyak 472 meter kubik per hari, kita memiliki truk angkutan sampah plat merah sebanyak 34 unit, sejumlah tersebut hanya dipergunakan untuk layanan angkutan sampah dari TPS ke TPA Piyungan saja,” jelas Staf UPT Pelayanan Bersama Pelayanan Persampahan dan Air Limbah DLH Sleman, Krisdiyanto, Senin (29/10/2018). Baca juga: Angkutan tersebut melayani sejumlah tempat di antaranya rumah sakit, hotel, pasar desa, perumahan dan perkantoran. Sedangkan pasar kabupaten dikelola oleh Dinas Perindagkop. ”Untuk di wilayah Sleman hingga kini telah tersebar bangunan kontruksi transit depo sebanyak 13 unit dan 298 unit TPS,” bebernya. Menurut dia, untuk mengoptimalkan pelayanan persampahan pihaknya melibatkan pihak swasta melalui ketentuan regulasi yang berlaku. Saat ini tercatat sebanyak 284 unit terdiri dari gerobak, motor roda tiga dan mobil kecil ikut andil mengelola sampah dari pelanggan ke transit depo dan TPS. “Perizinanya  melalui kita yakni dengan MoU dan kerjasama sesuai  perda 9 Tahun 2018. Jadi murni milik swasta dan prasarana disediakan sendiri. Kalau yang langsung ke TPA tidak melewati kita, kita tidak mengeluarkan izin,” terangnya. Meski demikian dia berharap tumbuhnya kesadaran masyarakat turut andil dalam pengelolaan sampah, salah satunya melalui TPS 3R (reuse, reduce, recycle). ”Diperlukan kesadaran masyarakat untuk peduli lingkungan dengan cara mengelolaan sampah,” tuturnya. (Eko Purwono)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News