KULONPROGO (wartakonstruksi.id) – Waduk Sermo memiliki peran vital bagi kabupaten Kulonprogo. Selain untuk pemenuhan air baku, Waduk Sermo juga memiliki peran vital bagi irigasi kabupaten paling barat di DIY ini. Tapi siapa sangka, ternyata belum pernah ada pengerukan lumpur sejak waduk dioperasikan 26 tahun silam.
Puluhan tahun tidak pernah dikeruk, Waduk Sermo pun mengalami pendangkalan cukup parah. Dari 157 hektare, 53 persennya mengalami pendangkalan. Saat pertama kali dibangun, Waduk Sermo memiliki kedalaman antara 15-20 meter. Namun saat ini kedalamannya hanya 7-10 meter.
Baca juga:
Pendangkalan ini pun memantik keprihatinan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kulonprogo. Melalui ketuanya Widiyanto, Fraksi Golkar DPRD Kulonprogo mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) dan Pemkab melakukan pengerukan lumpur.
"Puluhan tahun Waduk Sermo dibangun dan dioperasikan, belum pernah ada pengerukan lumpur. Sekarang pendangkalannya cukup parah" - Widiyanto, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kulonprogo.
Menurut Widiyanto, pendangkalan Waduk Sermo sangat memprihatinkan dan bisa mengancam keberlangsungan ketersediaan air baku masyarakat, kebutuhan air irigasi, hingga berpotensi mengakibatkan banjir di Kecamatan Pengasih, Wates, dan Temon saat musim hujan.

Dia menjelaskan, saat dibangun, Waduk Sermo dirancang mampu bertahan sekitar 50 tahun. Namun melihat kondisi saat ini, dikhawatirkan usianya tidak akan sampai 50 tahun. "Kami minta Waduk Sermo dikembalikan ke tujuan awal dibangun, yakni sebagai tampungan air baku, pengendali banjir, tempat wisata dan penyulai air irigasi," pintanya.
Purnomo, salah satu warga Kokap berharap Pemkab Kulonprogo melakukan normalisasi Waduk Sermo supaya mampu mencukupi kebutuhan air di kawasan Bukit Monoreh terutama saat musim kemarau.
WK 04
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |