MENYEDIHKAN : Kulonprogo Punya Proyek Bandara, Tapi Warga dan Pengusaha Lokal Hanya Jadi Penonton
KULONPROGO (wartakonstruksi.id)Â - Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) dinilai tidak memberi asas manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Kulonprogo. Pengusaha local juga merasa tidak dirangkul dan dilibatkan dalam pembangunan yang masuk proyek strategis nasional (PSN).
"Pengusaha lokal tidak ada yang terlibat di pembangunan bandara NYIA. Pengusaha lokal tidak ada yang bisa masuk, yang ada mungkin sebagai pekerja atau buruh," ucap Novida Kartika Hadi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kulonprogo dalam acara diskusi publik 4 Tahun Pencapaian Presiden Jokowi di RM Saiyo Sapta Pesona, Rabu (14/11/2018).
Menurutnya, pembangunan Bandara NYIA awalnya merupakan mimpi dari masyarakat Kulonprogo. Bahkan, semangat tinggi dilihat dari harga tanah yang naik 10 kali lipat. Namun perlahan mimpi-mimpi masyarakat Kulonprogo mulai hilang dikarenakan tidak bisa berperan dalam pembangunan Bandara NYIA.
Baca juga:
Selain itu, ujar Novida, pelaku usaha di Kulonprogo sampai saat ini bahkan belum ada koneksi dan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Menurut dia, saat ini Kulonprogo sedang lepas landas, namun arahnya ke mana masih belum diketahui.
"Koneksi dengan Pemkab yang belum. Kita tidak dilibatkan sedikitpun. Terkait bandara NYIA otoritas pasti ada di Angkasa Pura, kita yang pengusaha saja gak bisa masuk apalagi warga Kulonprogo yang lain," ujar Novida.
Novida sendiri mengaku percaya, bila ditata dan dibina, pengusaha-pengusaha di Kulonprogo mampu turut berkontribusi dalam proses pembangunan bandara NYIA. Tapi, lanjut dia, kondisinya cukup memprihatinkan. Warga dan pengusaha lokal kurang di-
uwongke (diperdulikan).
“Saat masuk Kulonprogo dahulu, dijanjikan akan melibatkan penduduk lokal namun kenyataannya tidak seperti harapan warga lokal. Diajak komunikasi saja tidak pernahâ€. Novida Kartika Hadi, Ketua Apindo Kulonprogo.
Senada diungkap Imam Syafi’i, aktivis sosial keagamaan Kulonprogo. Menurutnya, manfaat proyek pembangunan bandara NYIA bagi masyarakat Kulonprogo sangat kecil. "Pemanfaatan material lokal sampai saat ini gak jelas. Di sini masih menjadi sarang korupsi. PSN yang di bawa ini harus bisa mencerdaskan bangsa, dengan pembangunan
airport city dan
aero city, kemudian masyarakat lokal dapat manfaat apa?" tanya Imam.
Dia menerangkan, sampai saat ini tidak ada pembicaraan antara Angkasa Pura, Pemda DIY dan Pemkab Kulonprogo, khususnya agar rakyat bisa memiliki terhadap bandara. Pemda dan Pemkab dinilai masih gagap menyikapi pembangunan bandara NYIA tersebut.
"Pemda DIY seharusnya berpihak dengan rakyat. Rakyat membutuhkan kesejahteraan, perut kenyang, serta toleransi yang terjaga," pungkas Imam.
Arif KF
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |