Viral Galian Longsor di Godean, Begini Respons Pemilik Proyek
Kamis, 10 Januari 2019 14:55 WIB

Sony-Santoso-ST-MT-650x550

Jalan-Godean-Km-14

SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kasus galian yang longsor di Jalan Godean Km 14 sempat viral di media sosial. Kondisi ini memantik pemilik proyek, PPK Air Tanah dan Air Baku, untuk angkat bicara. Pemilik proyek memastikan sudah ada tindak lanjut untuk galian longsor yang sempat viral tersebut. Sony Santoso ST MT, PPK Air Tanah dan Air Baku, Satker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) mengungkapkan, sebagai tindaklanjut dari longsoran di Jl Godean Km 14 pihaknya telah melakukan pengurugan pasir dan batu (sirtu) di sepanjang galian eksisting. “Kita sudah tindaklanjuti dengan pengurugan sirtu di sepanjang galian eksisting. Skema pemasangan pipa juga kita ubah. Tadinya kita sudah buat join pipa, karena kondisi tanahnya seperti itu, kita ubah satu-satu dengan cara disambung,” ucap Sony kepada Warta Konstruksi, Kamis (10/1/2019). Baca juga: Dia menjelaskan, kondisi tanah di sekitar lokasi memang labil. Kondisi itu baru diketahui setelah dilakukan penggalian. Padahal galian sepanjang 20-an meter di lokasi itu sudah disesuaikan dengan panjang pipa ukuran 6 meteran yang sudah dijoin sebanyak tiga batang. Di samping itu, pihaknya terbentur keharusan untuk vakum dari aktivitas saat pergantian tahun ditambah kondisi cuaca yang terus diguyur hujan. Namun demikian, langkah antisipasi sudah dilakukan dengan pemasangan sirtu sesuai panjang satu batang pipa, yakni 6 meter. “Jadi galian ditimbun sirtu dulu hanya sepanjang pipa satu batang atau 6 meter. Setelah pipa dengan diameter 2,4 inci atau 60 cm selesai dipasang baru digali lagi untuk sambungan pipa berikutnya. Yang sudah ditimbun langsung dicor agar bisa dipakai aktivitas,” terangnya.

Sony Santoso ST MT, PPK Air Tanah dan Air Baku, Satker Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA), BBWSSO. Foto: Dok WK

Kedalaman galian dari punggung pipa sesuai perizinan dilakukan sedalam 1,5 meter. Sebagai pengaman sebelum aspal juga dikuatkan dengan wiremes, atau pembesian yang sudah pabrikasi, baru kemudian diaspal. “Jadi nanti ada galian 1,5 meter kemudian ada lagi beton sama aspal, 1,5 meter ditambah 60 cm jadi 2,1 meter,” terangnya. Dia menambahkan, secara keseluruhan panjang pipa untuk pemenuhan air baku Kebon Agung (Kartamantul) yang dipasang sepanjang 12 kilometer dimulai dari intake di Sungai Progo hingga Water Treatment Plant (WTP). Dari proyek sepanjang itu, sebagian sudah selesai dan amsih tersisa tiga kilometer. “Kita hanya pipanya saja, kalau WTP nanti cipta karya,” ungkapnya. Dia menjelaskan bahwa pekerjaan yang sempat viral di media sosial tersebut adalah bagian dari paket pekerjaan pembangunan  penyediaan air baku Kebon Agung (Kartamantul), proyek tersebut, lanjut dia, kontraknya menggunakan tahun jamak (multi years) dimulai pada tanggal 31 Agustus 2017 dan berakhir pada bulan Oktober 2019. (Redaksi WK) * credit foto: ICJ
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News