TUTUP MAINHOLE SERING RUSAK: Balai PISAMP Tak Punya Stok, Perbaikan Tak Bisa Cepat
Jumat, 15 Februari 2019 13:36 WIB

BANTUL (wartakonstruksi.com) – Ribuan mainhole tersebar di tiga kabupaten di wilayah DIY. Tapi fakta penanganan mainhole ini justru mengejutkan. Ternyata diketahui selama ini Balai PISAMP DIY yang notabene instansi yang berwenang untuk memelihara mainhole tersebut tidak memiliki anggaran khusus untuk pemeliharaannya. Akibatnya penanganan tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Kasi Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Air Limbah Balai PISAMP DIY, Ign Sudarno ST MT M.Si tidak menampik ketika dikonfirmasi terkait hal itu. Ia bahkan memastikan bahwa Balai PISAMP juga tidak memiliki stok tutup mainhole untuk mengganti jika ada yang rusak.

“Selama ini kalau ada yang rusak di wilayah, khususnya kota, kita koordinasi dengan instansi terkait di sana. Biasanya mereka punya stok, jadi sementara mainhole diperbaiki dengan punya mereka baru nanti kita ganti,” ucap Sudarno di ruang kerjanya, Jumat (15/2/2019). 

Sudarno mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 5.038 mainhole. Dari jumlah itu, selalu saja ada bagian tutup mainhole yang rusak. Tapi sayang perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan karena berbagai keterbatasan, salah satunya tidak adanya stok dan anggaran khusus.

Untuk perbaikan biasanya dilakukan dengan menggunakan dana pemeliharaan yang jumlahnya hanya Rp 200 juta setahun. Dana sebesar itu tidak saja digunakan untuk memperbaiki dan mengganti tutup mainhole yang rusak atau amblong tapi juga mainhole yang harus ditinggikan karena adanya overlay jalan. Anggaran itu juga digunakan untuk pemeliharaan saluran limbah yang bermuara di IPAL Sewon.

Kerusakan tutup mainhole, lanjut Sudarno, banyak terjadi pada tutup yang terbuat dari beton meski ada juga kerusakan pada tutup mainhole dari besi. Karena itu pihaknya lebih cenderung ingin tutup mainhole yang terbuat dari besi karena lebih kuat. “Harga tutup mainhole sekitar Rp 1,4 jutaan. Kerusakan biasanya karena faktor kualitas, rata-rata tutup mainhole pecah yang terbuat dari beton,” jelasnya.

Sudarno menambahkan, secara pribadi ia ingin agar BAlai PISAMP memiliki stok tutup mainhole karena sangat dibutuhkan. Sehingga apabila ada kerusakan bisa langsung dilakukan perbaikan tanpa harus menunggu ‘ditalangi’ wilayah yang memiliki stok.

“Terus terang masih saya pelajari kenapa tidak ada pengadaan mainhole. Karena bagaimana pun, kalau punya stok pasti akan terpakai. Makanya nanti akan coba kita anggarkan untuk mainhole. Mungkin tidak banyak paling tidak ada stok 50 dulu lah,” tambahnya. 

Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News