Papan pengumuman pekerjaan konstruksi museum seniman yang digarap PT Putera Jaya Andalan. Foto: Arif K Fadholy
Selain Dinas Kebudayaan DIY, lanjut Budi, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY telah  mengumpulkan arsip-arsip dari para seniman. Kurang lebih ada 70 seniman yang sudah mengumpulkan arsipnya di BPAD. Hal itu bertujuan agar masyarakat yang berkunjung ke museum dapat mengenang masa lalu para seniman di DIY.
Rencananya, arsip dan karya para seniman akan ditampilkan secara temporer di ruangan khusus. "Di situ juga mungkin besok kita buat cerita. Misalkan yang meninggal seniman A, kemudian ada ada nama-namanya terus ada barcode-nya masing-masing. Maka ada cerita sejarah seniman di handphone kita," kata Budi.
Wartakonstruksi.com menyempatkan melihat langsung proses pembangunan museum. Sayang di lokasi, jurnalis media ini sempat dilarang mengambil gambar pembangunan gedung oleh staf dari kontraktor pelaksana, PT Putera Jaya Andalan, bernama Hadi. Hadi menyarankan agar meminta foto di Dinas Kebudayaan DIY.
Tidak hanya bangunan, papan pengumuman pembangunan museum juga tidak boleh diambil gambarnya, namun setelah didesak Hadi akhirnya membolehkan. "Tidak boleh foto-foto, minta di dinas saja. Ya sudah, papan keterangan yang di luar itu boleh difoto," ucap Hadi ketus.
Jurnalis : Arif K Fadholy Editor   : Sodik| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |