"Kejar tayang ini, minggu ini progres pengerjaannya lebih cepat daripada minggu-minggu kemarin. Di atas 50 persen ini, 60 persen lebih lah". Nur, pengawas lapangan pembangunan Telagadesa Baturetno.Ketika cuaca mendung dan hujan deras, lanjut dia, para pekerja bekerja lembur hingga malam. Saat tidak mendung, atau hujan hanya sebentar, biasanya para pekerja pulang jam 6 malam. Saat ini para pekerja sedang mengerjakan pembangunan grassblock, tiang atau pagar besi pembatas, serta area jogging track. Pekerjaan proyek telagadesa Baturetno dimulai pada awal Agustus 2018 dan akan berakhir pada 21, atau delapan hari ke depan November 2018. Selain telagadesa, nantinya di sisi bagian selatan akan dilengkapi gazebo, serta di sisi utara direncanakan ada lahan terbuka hijau, serta elaga akan dibuat berbentuk seperti huruf P.

Pembangunan Telagadesa Baturetno masih menyisakan 40 persesn pekerjaan dan akan dikebut hanya dalam waktu sepakan ditengah hujan yang mulai turun. Foto: Arif K Fadholy
Di pinggir telaga, disiapkan juga jogging track bagi pengunjung yang ingin mengitari telaga dan berolahraga di telagadesa yang memiliki  panjang sisi barat sekitar 100 meter, bagian utara 32 meter, bagian selatan 45 meter, bagian timur yang selatan 35 meter, kemudian dilanjutkan dari timur ke barat 13 meter, dan bagian timur yang bagian utara sepanjang 50 meter. "Ada tambahan pekerja saat ini agar mendukung percepatan pembangunan telagadesa Baturetno. Tambahan dari kontraktor ada. Positifnya, progresnya sekarang lebih cepat daripada yang kemarin-kemarin," pungkas Nur. Direktur Eksekutif Aliansi Pengawas Konstruksi (APK), Baharudin Kamba, pekerjaan yang dikebut guna mengejar target rawan pengurangan kualitas. Karena itu, ia meminta agar kontraktor pelaksana tetap memperhatikan aspek ini agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari. "Kalau menghitung dari awal pekerjaan, ini kan molor. Kalau sekarang dikebut, jangan asal selesai," tegasnya. (Arif K Fadholy)| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |