Tanah Warga Senggotan Susut Tergerus Air Sungai, Proposal Dicueki BBWSSO
Senin, 01 Oktober 2018 13:39 WIB
BANTUL (wartakonstruksi.id) – Warga Padukuhan Senggotan RT 10 Desa Tirtonirmolo, Kasihan, resah. Pasalnya lahan milik sejumlah warga mengalami pengikisan akibat tergerus derasnya aliran air Sungai Winongo, terutama ketika memasuki musim hujan. Ironisnya keadaan tersebut sudah berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Akibatnya tanah sepanjang kurang lebih 500 -1000 meter dengan lebar 25 meter, lenyap. Upaya pembangunan pernah dilakukan, salah satunya dengan cara mengajukan proposal kepada pihak terkait, sayangnya hingga saat ini belum ada respons dari pemerintah. Jika diabaikan situasi tersebut akan mengancam keselamatan jiwa. Terlebih tepat di sisi sungai terdapat 1 unit hunian penduduk dan telah terbangun fasilitas umum berupa jalan kampung dan tempat ibadah berupa mushola yang dibangun masyarakat secara swadaya. Baca juga: “Tanah warga mengalami penyusutan luasan diakibatkan karena gerusan arus air sungai lebarnya mencapai 20-25 meter, paling parah pada tahun 2010 terjadi longsor besar-besaran dan itu berlangsung  dalam tiga musim penghujan, beberapa pohon bambu roboh,” ungkap Muhammad Dahlan (43) salah satu tokoh masyarakat setempat kepada wartakonstruksi.id, Senin (1/10/2018). Menurut Dahlan, selain membuat timbunan material padat di sekitar lahan, pihaknya pernah mengajukan permohonan untuk dilaksanakan pembangunan guna mengamankan wilayahnya. Namun hingga kini belum pernah tersentuh anggaran pemerintah. ”Sekitar tahun 2011 pernah kita buat proposal permohonan  ke kantor Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, dengan rekomendasi dari Pemerintah Daerah Bantul, hingga kini tidak ada tanggapan, ngaruhke wae ora,” sesal dia.

Dahlan kian mengkawatirkan keadaan ini. ”Yang terancam kan bukan hanya pemilik tanah namun dikawatirkan akan menimpa fasilitas umum, ini kan ada jalan milik warga dan ada bangunan mushola Al Ikhlas, barang kali sekitar sepuluh tahun lagi akan terjadi hal serupa,” terangnya. Senada diungkap Sumardi (62), warga yang  rumahnya tak jauh dari bibir sungai. Dikisahkannya pada 2014 lalu dirinya membeli tanah seluas 169 meter persegi namun kini luasanya menyusut. “Dulu saya beli seluas 169 meter persegi, ya kalau sekarang luasnya berkurang karena gerusan sungai. Kami berharap kepada pemerintah untuk  segera memperhatikan keadaan ini,” ucap dia. Pantauan media ini, dijumpai  beberapa rumpun pohon bambu tumbang ke arah badan sungai. Sementara di seberang sungai Winongo yang tercatat  merupakan wilayah Kota Yogyakarta telah nampak bangunan talud dan pagar. Eko Purwono
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News