SMPN 1 SLEMAN: Bangunan Bakal Direhab, Ada Misteri di Ruang Bawah Ruang Guru
Selasa, 19 Februari 2019 21:27 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Salah satu sudut bangunan arsitektur cagar budaya di SMPN 1 Sleman ternyata menyimpan misteri, belakangan diketahui  terdapat ruang bawah tanah yang posisinya tepat di ruang guru. Sayangnya hingga kini teka- teki  perihal ruangan pada konstruksi bangunan  Belanda yang terletak di  Jalan Bhayangkara No. 27 Padukuhan Jetis, Desa  Caturharjo, Kecamatan Sleman hingga kini belum tersingkap. Meski begitu tanda- tanda keberadaan ruang rahasia di bawah tanah itu nyata, dibuktikan adanya sebuah celah atau lorong kecil menuju ruang dan bukti adanya bunyi menggema pada saat lantai dipukul. “Lantai ini ketika dipukul-pukul berbunyi beda, berbeda di lain tempat, masih asli ini. Kami belum berani buka lantai tersebut, ini merupakan ruang guru, dulunya dipakai sebagai kelas,” ucap Dwi Rahmanto S.Pd selaku Kepala Urusan Sarana Prasarana dan Humas SMPN 1 Sleman, Selasa (19/2/2019). Baca juga: Sejatinya, menurut Dwi, pihaknya pernah menyampaikan keberadaan banguan kuno tersebut kepada Dinas Kebudayaan Sleman namun belum ada satu pihak pun yang mengungkapnya. ”Dinas kebudayaan sudah saya kasih tahu, kalau ini tidak saya sampaikan saya salah. Mungkin nanti dari arkeolog terus mencari bukti di sana agar bisa ditindaklanjuti sehingga ketahuan dan terbuka  misteri ini,” tuturnya sambil menunjukkan lubang kecil yang diperkirakan menuju ruangan itu. Dia juga mengungkapkan, belum ada keterangan yang didapatkan dari pihak arkeolog, hanya  sebatas bangunan yang di atas saja. ”Selama saya di sini saya belum pernah mendengar penelitian mengenai itu,” kata dia.

Dwi Rahmanto menunjukkan lobang yang membuktikan adanya lorong di bagian bawah ruang guru di SMPN 1 Sleman. Foto: Eko Purwono

Ditambahkannya, pada bangunan bersejarah itu akan dilakukan pekerjaan rehab yang anggaranya bersumber dari dana keistimewaan (danais) senilai Rp 1,8 miliar. ”Rencana rehab akan dikerjakan oleh Dinas Kebudayaan Sleman pada Juni 2019 pelaksanaannya sambil menunggu proses lelang,” jelasnya. Pekerjaan rehab meliputi penggantian genting, reng usuk kayu dan plafon pada semua bangunan lama yang terdiri dua sayap. ”Banguan yang akan direhab selain ruang kelas, meliputi ruang guru, ruang musik, ruang agama, ruang rapat dan perkantoran,” imbuhnya. Dia memastikan pengerjaan proyek di atas tanah sultan ground seluas 14.120 m2 nantinya tidak akan menganggu proses belajar mengajar. ”Yang bangunan kuno ini luasnya sekitar 2.000 meter persegi, pekerjaan rehab tidak akan mengganggu proses belajar karena letaknya jauh dari kelas-kelas,” pungkasnya. (Eko Purwono)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News