BANTUL (wartakonstruksi.com)Â - Jalan Pleret - Patuk dianggap terlalu sempit oleh warga setempat maupun pengendara yang lewat. Mereka berharap, pemerintah bisa segera memperlebar jalan karena rawan terjadi kecelakaan.
“Jalan Pleret yang menuju Wonosari itu sangat sempit. Banyak warga sekitar yang mengusulkan untuk dilebarkan," ucap Hari, Warga Desa Bawuran, Pleret, Bantul kepada
Wartakontruksicom, kemarin.
Sebagai pengendara roda dua, Hari sangat sering melewati jalan tersebut. Menurutnya, jalan yang sempit itu mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan dan ‘serempetan’ antar kendaraan serta pejalan kaki.
"Jalan itu sebelum diaspal bagus seperti sekarang ini, jalan ini dulu lumayan lebar, tapi setelah diaspal baru, jadi lebih sempit. Ada yang bilang kekurangan aspal," imbuh Hari.
Baca juga:
Dari pantauan media ini di lokasi, tepatnya di barat simpang tiga Wonolelo jalan Pleret – Patuk, jalan tersebut memang terlihat sempit. Apabila ada mobil berpapasan, maka satu ban mobil harus turun dari jalan aspal. Aspal pun terlihat tidak penuh seperti kekurangan aspal.
Sarni (57), warga Dusun Guyangan RT 01, Wonolelo, Pleret, Bantul mengatakan, banyaknya kendaraan yang lalu lalang membuatnya kesulitan meski sekadar menyeberang jalan. "Nyebrang aja susah. Di sini kan terlalu sempit, di sini juga sering kecelakaan," kata Sarni.
Ia menjelaskan, di jalan itu ia pernah ditabrak kendaraan yang melaju dari arah timur (Patuk). Selain jalan yang sempit, laju kendaraan dari arah timur sering ngebut, sehingga banyak terjadi kecelakaan.

Sempat ada petugas yang melakukan pengukuran di jalan sempit ini, namun belum diketahui kapan pelebaran akan dilakukan. Jalan sempit rawan kecelakaan. Foto: Arif K Fadholy
Sarni mengungkapkan, saat membuat jalan, aspalnya tidak mencukupi sehingga jalan dipersempit. Beberapa waktu lalu dia melihat ada petugas yang mengukur jalan untuk diperlebar, namun dirinya tidak tahu kapan akan direalisasikan.
Kendala lainnya, lanjut Sarni, trotoar di pinggir jalan itu dianggap terlalu tinggi dan lebar. Trotoar dibuat pemerintah desa. “Jalan masuk ke tempat (rumah) saya saja semakin sempit, harusnya lebih lebar lagi. Ya namanya juga pemerintah desa, kan lebih kuasa," keluh Sarni.
Berjalan ke arah barat, tepatnya di Dusun Kedungpring, Desa Bawuran, Pleret, Ngatiran (55) warga setempat mengungkap harapan yang sama. "Solusi biar enggak mepet-mepetan kan dilebarkan jalan ini. Jalan ini tidak memenuhi syarat lebarnya, soalnya jalan di sini ramai, apalagi pas liburan," ujar Ngatiran.
Menurut Ngatiran, jalan alternatif ke Wonosari itu lebarnya hanya sekitar 3 meter dan kendaraan yang lewat sering terjadi serempetan, khususnya di depan kiosnya. Apabila dilebarkan, maka pengendara dan pejalan kaki akan semakin aman.
Jurnalis : Arif K Fadholy
Editor   : Sodik
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |