RENOVASI PASAR JEJERAN: Dibangun Pagar, Akses Jalan jadi Makin Sempit
Selasa, 19 Februari 2019 13:26 WIB
BANTUL (wartakonstruksi.com) – Pasar Jejeran yang berada di Desa Wonokromo, Pleret, Bantul tengah direnovasi. Mengandalkan dana Penyertaan Modal daerah (PMD) Sebesar Rp 200 juta, dibangun pagar di sisi simur, lalu rehab kios dan kantor pasar. "Dananya dari Kabupaten Bantul lewat Penyertaan Modal Daerah (PMD) Rp 200 juta. Rehab pasar bertujuan untuk penertiban dan keamanan pedagang, serta kelancaran jalan juga rehab kios pasar dan kantor," ujar M. Iksan, Kasi Kesejahteraan dan Pembangunan Desa Wonokromo, Selasa (19/2/2019). Menurut Iksan, pembangunan dimulai sejak minggu ke- 3 bulan November 2018 dan diharapkan sudah selesai pada akhir Februari ini. Baca juga: Pedagang sandal, Paijo mengatakan, pagar yang sedang dibangun di bagian timur pasar berada di atas kalen atau saluran air. Tapi tidak sedikir yang menyarankan agar pagar dibangun di utara saluran air. "Saluran air ini kan fungsinya untuk menampung air masuk dari jalan," katanya. Meski kurang sreg namun Paijo mengaku tidak bisa berbuat banyak, termasuk menyampaikan keberatan kepada pihak desa. Tapi ia mengungkapkan bahwa banyak yang berpendapat bila jalan semakin sempit dengan adanya pembangunan pagar tersebut. Sehingga jalan tidak akan cukup saat ada dua mobil berpapasan.

Pembangunan pagar pasar Jejeran menjadi salah satu item pekerjaan selain rehab kios dan kantor yang digarap dengan menggunakan dana PMD sebesar Rp 200 juta. Foto: Arif K Fadholy

Paijo menambahkan, sebelum pembangunan tidak pernah ada sosialisasi dari desa. Ia bahkan mengaku hanya mendengar adanya pembangunan dari petugas parkir yang ada di pasar tersebut. Terkait pembangunan tembok, Nuri, petugas parkir di pasar Jejeran sependapat dengan Paijo. Menurutnya, akan lebih baik bila tembok pasar tersebut berada sedikit lebih ke utara. “Soalnya di seberang kan sekolahan, kalau ada 2 mobil yang seliringan kan bahaya itu karena banyak anak-anak sekolahan," katanya. Nuri menegaskan dengan adanya tembok jalan yang semula lebar menjadi lebih sempit. (Arif K Fadholy)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News