Puluhan Tahun Tertutup, Rumah Kalang Ini Disiapkan Jadi Museum
Rabu, 07 November 2018 05:17 WIB
YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Puluhan tahun tertutup untuk public, Museum Rumah Pesik yang ada di Gang Soka, Sayangan, Jagalan, Kotagede akhirnya bakal dibuka untuk umum. Rencananya, soft launching museum milik Rudy Pesik ini bakal dilakukan Desember mendatang. Musim terletak di di Rumah Kalang yang termasuk heritage di Kotagede. Rumah berpindah tangan kepada Rudy Pesik pada 20-30 tahun lalu. Rumah berwarna hijau terang, sangat mencolok dibandingkan rumah-rumah lain. Pengurus Museum Rumah Pesik, Hariyanto mengatakan, Rudy Pesik awalnya hanya membeli rumah haritage yang berada di pojok utara sekitar 20 - 30 tahun lalu. Bangunan rumah masih asli, namun di sekitarnya sudah ada bangunan tambahan. Baca juga: "Itu masih asli dan disebutnya rumah kalang. Sampai saat ini beliau (Rudy Pesik) telah menambah beberapa lahan dan rumah lagi. Kemudian dengan tetap mempertahankan termasuk rumah heritage itu, dengan waktu yang bersamaan beliau juga mengumpulkan benda-benda koleksi," ucap Hariyanto, kemarin. Benda-benda seni budaya tersebut di antaranya berbahan kayu, logam, batu, dan sebagainya. Semua koleksi tersebut dikumpulkan di rumah tersebut. Menurutnya, selama 20-30 tahun itu, bangunan itu tertutup untuk publik. Rumah hanya dapat diakses kalangan tertentu saja. Tapi beberapa waktu yang lalu, Rudy Pesik mengamanahkan rumah tersebut agar dibuka untuk publik. "Saat ini kebetulan kami sedang persiapan untuk nanti apa yang disebut Museum Rumah Pesik. Karena koleksi-koleksi beliau cukup banyak. Sekarang sedang tahap penataan, untuk mempersiapkan museum tentu harus mempersiapkan fasilitas-fasilitas pendukung," kata Hariyanto. Di tempat itu juga terdapat Joglo yang berada di bagian atas, kemudian ada pendopo kembar yang terletak di bagian belakang. Tempat-tempat tersebut ke depan bisa dipakai untuk pertunjukan kecil, teater, dan pameran. Selain sebagai tempat berkumpulnya benda-benda seni dan budaya, di tempat itu juga terdapat warung kopi yang dinamakan Kopi Kamu dan beberapa kamar untuk menginap. Hariyanto menegaskan, museum ini akan menjadi bagian dari peningkatan atau pelestarian kawasan Kotagede. Khususnya di dalam konteks mendukung kawasan wisata Kotagede sebagai kawasan heritage. (Arif K Fadholy)
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News