PU Bantul Mulai Perbaiki Jalan Rusak di Sokowaten Wetan
Selasa, 18 Desember 2018 16:48 WIB

Sokowaten 2

Sokowaten 2

BANTUL (wartakonstruksi.id) – Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul akhirnya, mulai hari ini melakukan perbaikan jalan yang amblong di Sokowaten Wetan, Banguntapan, Bantul. Selasa (18/12/2018) terlihat beberapa petugas dari PU tengah melakukan perbaikan di lokasi. Dari pantauan Warta Konstruksi, setidaknya ada 6 orang pekerja yang dilibatkan dalam perbaikan tersebut. Harapannya proses perbaikan tidak memakan waktu terlalu lama dan bisa selesai dalam 3-4 hari ke depan. “Untuk perbaikan kerusakan jalan di Sokowaten tadi pagi (Selasa pagi, red) kita sudah mengirimkan tenaga, proses perbaikan bisa memakan waktu 3 – 4 hari, tergantung kondisi lapangan,” ungkap Sekretaris DPUPKP Kabuaten Bantul, Yudo Wibowo kepada Warta Konstruksi. Baca juga: Yudo mengungkapkan, kerusakan jalan terjadi akibat adanya pasangan batu yang sudah keropos. Langkah perbaikannya, lanjut dia, dilakukan dengan melakukan pergantian pasangan batu dengan yang baru. Pergantian pasangan batu tersebut dilakukan di sepanjang 5 meter. “Kerusakan itu akibat pasangan batu yang sudah keropos, panjangnya mencapai sekitar 5 meter. Karena itu kita lakukan pergantian pasangan batu dengan yang baru,” terang dia. Pernyataan Yudo menjawab dugaan awal penyebab amblongnya jalan di Sokowaten. Semula jalan amblong diduga karena kondisi tanah ‘gembur’. Namun ternyata di bawah jalan tersebut terdapat saluran drainase yang pasangan batunya sudah keropos. Ridwan, staff Bina Marga DPUPKP Bantul yang ditemui di lokasi mengungkapkan, perbaikan yang dilakukan merupakan penanganan darurat. Nantinya bagian yang rapuh akan diusulkan untuk diganti dengan box culvert karena lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat. “Saya beberapa kali lihat dam truk lewat sini. Saya melihat pondasi pendamping taludnya tidak kuat. Kalau titik yang sekarang ini ini, saya butuh 2 - 3 hari. Tahun kemarin juga kami pernah memperbaiki drainase di sebelah timurnya,” terang Ridwan. Berbeda dengan Yudo, Ridwan mengatakan, dari hasil pengamatan kerusakan terjadi karena ada saluran pipa pembuangan dari warga itu yang terbuat dari peralon pecah, sehingga bibir talud juga pecah karena air menghantam dinding talud kemudian hancur dan meresap ke tanah. “Kebanyakan penyebabnya seperti itu. Kami berharap warga yang memasang saluran itu memperhatikan keamanannya,” harapnya. Sarimin (56) warga sekitar mengaku senang jalan yang amblong akhirnya diperbaiki. Sebab jika tidak maka akan sering terjadi kemacetan. “Amblong sekitar 10 hari. Ini jalannya kecil tapi yang lewat banyak. Truk besar juga banyak yang lewat sini,” katanya. Arif KF/Dodi P
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News