- Resmikan Proyek Rp 101 Miliar, Bupati Sleman Ingatkan Truk Jangan Merusak Jalan
- IMBAS PROYEK KENTUNGAN : Jalan Kabupaten Rusak dan Berlubang, Keputusan Teknis PPK Dikeluhkan
- Tahun Ini, Klaten Bangun Gedung Pertemuan Termegah Berkonsep Kolonial
- EMBUNG SENDANGTIRTO: Dapat Lampu Hijau, Lelang Tunggu Perizinan Selesai
Aspal di jalan Banjarsari-Butuh ini tak kuat menahan bobot kendaraan pengangkut pasir yang melebihi kapasitas. Foto: Dok WK diambil Oktober 2018
Menyedihkan memang. Jalan tersebut digarap melalui pekerjaan peningkatan jalan paket 7. Anggaran yang digelontor untuk pekerjaan yang digarap CV Bima Sakti itu sebesar Rp 2.128 miliar dari APBD Kabupaten Sleman tahun 2017. Sayang kondisi jalan, pada beberapa bagian mengalami kerusakan. Saat itu, tim wartakonstruksi.com menyempatkan melihat langsung kondisi jalan. Hasilnya di lokasi terlihat jelas pada jalan menurun di dekat jembatan, jalan mengalami kerusakan parah. Jalan bergelombang lumayan dalam. Lapisan aspal mengelupas dan jalan amblas lumayan dalam. Sehingga dump truck yang melintas pun harus melaluinya perlahan.
Ir Sapto Winarno MT, Kepala Dinas PUPKP Sleman. Foto: Dok WK
Kondisi jalan yang cukup parah ini terlihat setidaknya sepanjang 50 meter. Kondisi jalan pun kian mengkhawairkan karena lalu lintas dump truck pengangkut material pasir maupun batu cukup padat. Dari hasil perhitungan kasar media ini di lapangan, dalam 5 menit saja tercatat ada 12 dump truck bermuatan material pasir dan batu yang melintas. Sebagian besar masuk kategori overweight alias kelebihan muatan. Kini rigid beton jadi pilihan untuk jalan-jalan kritis seperti di atas. Walau pun pemilihan ini bukan tanpa kekurangan. Di samping biaya awal yang mahal, kualitas jalan beton ini sangat tergantung proses pelaksanaannya. Perbaikan jalan beton juga butuh biaya besar dan lama. Kemudian permukaan jalan beton yang keras juga kurang nyaman untuk berkendara terutama dalam jarak yang jauh.