SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman terus mendorong percepatan pembangunan fisik dan non fisik dengan mengoptimalkan pengelolaan dana desa.
Selain dana desa sejumlah infrastruktur dan kegiatan non fisik desa juga didanai dari sejumlah sumber, diantaranya berasal dari pengembalian pajak, bantuan keuangan khusus (BKK) Kabupaten Sleman dan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta.
Keterangan tersebut disampaikan Kepala Desa (Kades) Caturtunggal, Agus Santoso SPsi kepada wartakonstruksi.com, Sabtu (16/6/2018) pagi disela menggelar Open House (halalbihalal,red) Idul Fitri 1439 H di kediamanya Jl. Asti Kuningan Blok H 1B Caturtunggal.
“Kemarin kita melaksanakan kegiatan pengaspalan jalan tahap 2 di lima padukuhan, terdiri Padukuhan Karangwuni, Blimbingsari, Mrican, Tambakbayan dan Seturan, kita alokasikan dana desa sebesar Rp 100 juta, semua dapat terealisasi, tinggal pengaspalan susulan dan tambahan di padukuhan lainnya pada tahap tiga nanti,” jelas Agus.
Pada sektor pendidikan, lanjut dia, pihaknya telah merampungkan beberapa pembangunan alat peraga edukatif (APE) bagi pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayah Desa Caturtunggal.”Realisasi proyek APE untuk PAUD sudah kita realisasikan sebelum bulan puasa kemarin,” ungkap dia.
Selain itu menurut dia, pihaknya saat ini sedang dilakukan renovasi bangunan kantor Desa Caturtunggal, terutama pada bagian sayap kiri dengan dana Rp 5 miliar lebih. Kalau dulu dengan patokan anggaran 2008/2009 untuk renovasi kantor seluas 1000 M2 cukup dianggarkan Rp 5 miliar, sekarang masih kurang banyak, namun tetap akan diselesaikan sesuai ploting anggaran.
Dalam hal pengelolaan dana CSR, semua diperuntukan sesuai kebutuhan, diantaranya untuk beasiswa, kesehatan serta pendukung sarana pendidikan.
“Semua dana CSR yang dihimpun dari donatur dan sponsor dialokasikan bagi pembangunan non fisik. Ada kegiatan jam belajar masyarakat, kita sambangi rutin dan kita berikan bantuan secara langsung. Ada juga dana BKK dari Kabupaten sebanyak Rp 500 nantinya akan dialokasikan ke dana pengaspalan jalan juga, sehingga ada bentuk fisik dari sebuah kegiatan, bukan slogan semata,” katanya.
| Penulis | : |
| Editor | : redaksiwk |