SLEMAN (wartakonstruksi.id) -Â Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Marta Kota Yogyakarta di Pogung Dalangan, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati mengeluh. Pasalnya, sudah hampir 3 hari pasokan atau suplai air tersendat.
Di sisi lain sebagian sebagian besar warga memiliki usaha laundri, kos-kosaan dan warung makan yang menjadi penopang perekonomian keluarga.
Saifudin (22), salah satu penjaga Warung Makan Indomie (Warmindo) di Pogung Dalangan RT 09 RW 50 mengaku tersendatnya suplai air dari PDAM Tirta Marta membuat pengeluarannya membengkak lantaran harus membeli air minum galon untuk mencukupi kebutuhan warungnya.
Baca juga:
“Kalau mati airnya sudah tiga hari, itu sumber airnya dari PDAM. Sementara ini saya ambil air dari tempat teman yang punya sumur dan sisanya saya cukupi dengan membeli air mineral dalam galon†ucap Saifudin, Kamis (14/2/2019).
Dia mengaku belum tahu sampai kapan suplai air akan tersendat. Guna menyiasati persediaan air, warungnya kini dibuat tampungan air sementara. â€Ya jelas jualan kami menjadi terganggu, besok mungkin tutup karena kecapekan harus angkat air terus. Air yang dari galon kan buat masak, sedangkan air sumur dimanfaatkan untuk mencuci,†terangnya.
Dia menambahkan, perbulan warungnya harus mengeluarkan biaya rekening senilai Rp 343 ribu. â€Di situ tercantum biaya administrasi senilai Rp 3 ribu dan pemeliharaan Rp 5 ribu. Terus terang kami susah kalau gak ada air begini,†sambungnya.

Mbak Inuk pengusaha laundry yang berlokasi di Pogung Dalangan RT 07 mengalami nasib serupa. Ia bahkan terpaksa banyak menolak pelanggan karena tidak ada suplai air yang memadai. “Siang hari airnya mati tolal, ya terpaksa tidak bisa mencuci. Kalau sore mengalir sebentar itu pun yang berdekatan dengan meteran, sedangkan di tempat lain tidak terjangkau,†kata dia.
Terpisah, Direktur Bidang Teknik PDAM Tirta Marta Kota Yogyakarta, Setiawan Budianto mengaku akan segera menyelesaikan permasalahan ini. â€Saat ini kita baru melakukan pengetesan pipa di Kentungan, secepatnya akan dilakukan agar normal kembali,†kata Setiawan. Eko Purwono
Â
| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |