PASAR DENGGUNG: Pedagang Bayar Retribusi Sampah, 70 Persen Sampah Malah dari Luar
Sabtu, 02 Februari 2019 17:33 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Kumuhnya area Pasar Denggung  di Jalan Magelang, Kecamatan Sleman dikeluhkan sebagian pedagang. Pedagang merasa resah lantaran sampah dari luar banyak dibuang di area penampungan sampah pasar sehingga menimbulkan aroma tidak sedap dan mengganggu kenyamanan. Derita pedagang kian dalam lantaran mereka dibebani restribusi sampah. Sejauh ini tidak ada langkah konkret dari pengelola untuk mencegah masuknya sampah dari luar, selain hanya melakukan teguran. Baca juga: “Sepengetahuan saya tempat sampah itu dipake khusus bagi pedagang pasar, tapi gimana ya saya malah kurang paham cara pengelolaanya, malah warga dari luar banyak yang membuang sampah di tempat itu, menimbulkan bau,” ujar Ny Puji Rohmanto salah satu penyewa lapak di pasar tersebut, Sabtu (2/2/2018). Dia mengatakan, setiap hari pedagang dipungut restribusi sebesar Rp 2.000. Tidak hanya itu setiap Pahing masih ada pembayaran sebesar Rp 10 ribu. “Kalau tempat berdagang saya ya cuma segini ukuran sekitar 1 x 2 meter saja,” kata pedagang sayuran warga Gondanglegi, Sariharjo kepada media ini.

Pedagang padar Denggung mengeluhkan kenyamanan akibat banyaknya orang luar yang membuang sampah di bak sampah khusus pedagang pasar. Foto: Eko Purwono

Senada dikatakan Ny Ari, penjual buah yang posisi kiosnya tidak jauh dari bak sampah. ”Orang dari luar banyak yang membuang sampah di sini, malah terkadang tidak dimasukkan ke dalam tempat sampah itu,” katanya. Ny Ari mengaku selama berjualan dirinya mendapatkan beban sewa kios sebesar Rp 1.600 per harinya dan berharap pasar dalam suasana bersih. ”Saya punya 3 kios, sedangkan saya berjualan dari jam empat pagi hingga jam 12 siang, ramenya hanya pagi kalau siang hari sepi,” ungkap dia.

Susana di dalam pasar Denggung. Pada beberapa bagian terlihat adanya kerusakan. Foto: Eko Purwono

Sukirmanto, petugas juru pungut Pasar Sleman mengaku kewalahan padahal bak sampah tersebut disediakan bagi pedagang pasar. Bahkan hampir sebanyak 70 persen sampah berasal dari luar area pasar. ”Itu dikhususkan bagi 200 pedagang pasar yang menggelar dagangan, akan tetapi sampah liar itu ada hampir setiap malam, sudah kita beri teguran namun selalu ada lagi, jumlahnya hampir 70 persen sampah  berasal dari luar,” terangnya. Perihal restribusi, angka yang disebut Sukirmanto berbeda dengan angka dari pedagang. Sukirmanto menyatakan setiap pedagang dikenakan biaya sebesar Rp 1.300 per hari. ” Untuk pedagang lasaran kita kenakan restribusi senilai Rp 900 per hari, yang pakai meja-meja dikenakan Rp 1.300 per hari, rinciannya untuk biaya  pasar, sampah dan lerepan atau biaya yang meninggalkan barang di area pasar,” kata dia. (Eko Purwono)  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News