
Pedagang padar Denggung mengeluhkan kenyamanan akibat banyaknya orang luar yang membuang sampah di bak sampah khusus pedagang pasar. Foto: Eko Purwono
Senada dikatakan Ny Ari, penjual buah yang posisi kiosnya tidak jauh dari bak sampah. â€Orang dari luar banyak yang membuang sampah di sini, malah terkadang tidak dimasukkan ke dalam tempat sampah itu,†katanya. Ny Ari mengaku selama berjualan dirinya mendapatkan beban sewa kios sebesar Rp 1.600 per harinya dan berharap pasar dalam suasana bersih. â€Saya punya 3 kios, sedangkan saya berjualan dari jam empat pagi hingga jam 12 siang, ramenya hanya pagi kalau siang hari sepi,†ungkap dia.
Susana di dalam pasar Denggung. Pada beberapa bagian terlihat adanya kerusakan. Foto: Eko Purwono
Sukirmanto, petugas juru pungut Pasar Sleman mengaku kewalahan padahal bak sampah tersebut disediakan bagi pedagang pasar. Bahkan hampir sebanyak 70 persen sampah berasal dari luar area pasar. â€Itu dikhususkan bagi 200 pedagang pasar yang menggelar dagangan, akan tetapi sampah liar itu ada hampir setiap malam, sudah kita beri teguran namun selalu ada lagi, jumlahnya hampir 70 persen sampah  berasal dari luar,†terangnya. Perihal restribusi, angka yang disebut Sukirmanto berbeda dengan angka dari pedagang. Sukirmanto menyatakan setiap pedagang dikenakan biaya sebesar Rp 1.300 per hari. †Untuk pedagang lasaran kita kenakan restribusi senilai Rp 900 per hari, yang pakai meja-meja dikenakan Rp 1.300 per hari, rinciannya untuk biaya pasar, sampah dan lerepan atau biaya yang meninggalkan barang di area pasar,†kata dia. (Eko Purwono)| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |