PABRIK PENGOLAHAN ASPAL MENJAMUR DIY: Pengerjaan Jalan Jangan Molor
Senin, 07 Mei 2018 05:15 WIB

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) - Tahun ini, Pabrik AMP tumbuh subur di Yogyakarta, pemandangan ini seakan menggambarkan bahwa usaha dibidang ini sangat menjanjikan banyak kesuksesan, terlepas bagaimana caranya memasarkan hasil produksinya.

Unit produksi campuran beraspal atau yang lebih dikenal dengan sebutan AMP (Asphalt Mixing Plant) adalah seperangkat peralatan mekanik dan elektronik dimana agregat dipanaskan, dikeringkan dan dicampur dengan aspal untuk menghasilkan campuran beraspal panas yang memenuhi persyaratan tertentu.

Semakin banyaknya pabrik AMP berdiri di Yogyakarta, akan berdampak langsung terhadap iklim pengadaan barang dan jasa pada khususnya jalan. Kondisi ini akan membuat persaingan antar pengusaha AMP semakin ketat.

Data yang berhasil dihimpun warta konstruksi.com, sedikitnya tahun ini ada enam pabrik aspal baru yang telah produksi, keberadaannya menyusul lima pabrik AMP yang telah lebih dulu eksis beroperasi di wilayah Yogyakarta.

Salah satu Kontraktor jalan atau  Praktisi Pembangunan Jalan, Ir Widiyanto Wibowo ketika dimitai tanggapan media ini terkait tumbuh suburnya AMP di Yogyakarta mengaku menyambut baik keberadaan AMP baru tersebut. Dengan banyaknya AMP tentu akan berdampak positif bagi masyarakat di sekitar pabrik, dampak positif tersebut adalah kemungkinan terbukanya lapangan pekerjaan baru baik langsung maupun tidak langsung.

"Banyaknya AMP akan berdampak positif bagi masyarakat di sekitar pabrik, dampak itu adalah kemungkinan terbukanya lapangan pekerjaan baru baik langsung maupun tidak langsung,"  terangnya.

Sementara bagi pelaku usaha sejenis tentu saja akan terciptanya iklim persaingan usaha yang ketat sehingga para pemilik AMP akan berlomba-lomba menghasilkan produk-produk yang bagus, awet dan sesuai dengan spesifikasi yang diminta Pengguna Jasa. Bagi para Pengguna Jasa, semakin banyaknya AMP ini maka akan semakin diuntungkan, karena jadi semakin banyak pilihan dan harga akan semakin kompetitif.

Di sisi lain, sambungnya, dampak buruk menjamurnya AMP ini apabila tidak dibarengi dengan etika bisnis yang baik dan sumber daya manusia yang profesional maka dengan harga yang semakin mepet dan margin keuntungan yang makin tipis bisa jadi akan timbul praktik-praktik usaha yang tidak fair.

Ke depan semoga dengan semakin banyaknya AMP ini menandakan bahwa pekerjaan pembangunan jalan di Jogjakarta semakin semarak dan senantiasa para pelaku usaha AMP ini walaupun kompetisi semakin ketat tetap dalam satu visi yang sama yakni bersama membangun Yogya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekejaan Umum dan Perumahan (PUP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti ST ketika dikonfirmasi media ini terkait menjamurnya AMP di Yogyakarta, ia menyatakan hal senada. Dengan munculnya banyak AMP akan berdampak positif bagi pembangunan di DIY, khususnya jalan. "Banyaknya AMP saat ini, kita berharap bisa berdampak positif bagi pembangunan di DIY Khususnya jalan," ungkapnya.

Dengan semakin bertambahnya suplier Aspal akan terjadi persaingan yang ketat dan tentunya sehat, maka perusahaan yang akan bisa bertahan adalah AMP yang berkualitas baik. "Semakin banyak AMP maka tidak akan ada lagi pekerjaan jalan yang molor karena disebabkan oleh antrean AMP," Umi Menambahkan. 

Penulis :
Editor : redaksiwk
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News