SLEMAN (wartakonstruksi.id) –Menara masjid Agung (MMA) Dr Wahidin Soedirohusodo atau menara MMA Sleman masih dalam masa pemeliharaan setelah pembangunannya selesai. Kini menara yang dibangun dengan dana Rp 12,2 miliar bakal segera dimanfaatkan. Jumat (22/2/2019) rencananya MMA bakal diresmikan oleh Bupati Sleman, H Sri Purnomo.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman, Sunarto ST MT mengatakan, proses pekerjaan konstruksi MAA telah melewati serah terima pertama atau
provisional hand over (PHO).
“Rencananya MMA akan diresmikan hari Jumat tanggal 22 Februari oleh Bapak Bupati Sleman, Sri Purnomo. Waktunya sebelum Jumatan,†terang Sunarto, Selasa (19/2/2019).
Baca juga:
Dia mengungkapkan, saat ini menara setinggi 68 meter ini masih dalam proses pemeliharaan bangunan selama 6 bulan oleh kontraktor PT. Jaya Semanggi Enjiniring. MMA Dilengkapi ruang perkantoran, takmir masjid dan fasilitas lift.
â€Kalau serah terima bangunan atau PHO sudah dilakukan pada 27 Desember lalu, sedangkan pemeliharaan dilakukan oleh kontraktor yang menyelesaikan pembangunan pada tahap kedua,†terangnya.
Dia menambahkan, pada tahun 2019 ini akan dilakukan penataan pada bagian halaman menara. Salah satunya penataan taman yang ada di depan. Setelah halaman selesai dilanjutkan penataan bagian masjid di antaranya toilet bagian utara akan dibuat basement agar space bagian atas dapat dimaksimalkan penggunaanya untuk parkir kendaraan.

Perihal pemanfaatan MMA nantinya, Direktur Eksekutif Aliansi Pengawas Konstruksi (APK) Baharuddin Kamba mempertanyakan kesiapan regulasi berkaitaan pengeloaan bangunan yang dilengkapi fasilitas lift tersebut. Ia tidak ingin pengelolaan menara justru membebani takmir.
â€Rencana awal pembangunan menara kan nantinya akan diserahkan pengelolaanya kepada takmir masjid. Jangan sampai setelah diresmikan menjadi beban takmir masjid, padahal biaya operasionalnya tidak sedikit karena ada lift,†kata Bahar.
Eko Purwono
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |