Ketua Gapensi Bantul Protes Rencana Pemkab Gandeng Investor Luar Bangun Pengolahan Aspal di Pajangan
Selasa, 15 Mei 2018 02:28 WIB

BANTUL (wartakonstruksi.com) -  Rencana Pemkab Bantul membangun kembali aset tanah miliknya untuk pabrik pengolahan campuran aspal atau Asphalt Mixing Plant (AMP) di Dusun Bungsing, Guwosari, Pajangan, Bantul, ternyata menimbulkan kontroversi.

Kontroversi dari sejumlah arah ini meruak bukan saja lantaran persoalan dampak lingkungan, tetapi juga terkait dengan kebijakan yang dinilai tidak aspiratif dan cenderung mengabaikan keberadaan dan pembinaan para pengusaha daerah setempat, serta dampak pemasukan di sektor pajak. Pasalnya, Pemkab dalam rencana pembangunan proyek tersebut menggandeng investor dari luar daerah yakni PT Bumi Panen Makmur.

Ketua BPC Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Bantul, Handoko yang dihubungi wartakonstruksi.com misalnya langsung bereaksi keras terkait rencana proyek tersebut. “Investasi AMP merupakan arah strategi suatu perusahaan, namun jika investornya berasal dari luar daerah maka akan berdampak kepada larinya uang APBD itu sendiri ke luar daerah,” ujarnya, Senin (14/5/2018).

Sangat disayangkan jika AMP di Pajangan itu didirikan maka menunjukan sikap Pemkab yang seolah tidak mempunyai pemahaman terhadap hadirnya investor AMP dari luar Bantul. “Karena nanti APBDnya khusus alokasi untuk pekerjaan jalan uangnya juga lari ke luar Bantul bahkan luar Provinsi,” tegasnya.

Handoko sangat menyayangkan kenapa Pemkab Bantul itu rela kalau nanti APBDnya itu, khususnya untuk pekerjaan jalan, uangnya lari keluar Bantul bahkan luar provinsi. Dilihat dari sisi pajak, tentu PPh dan Ppnnya besar. Kemudian dari sisi keuntungan, dalam artian rupiah, rupiah itu nanti keluar dari Bantul bahkan luar DIY.

"Sungguh ini menunjukkan tidak adanya pemahaman jika dengan hadirnya investor AMP dari luar Bantul maka APBD Bantul itu akan dinikmati oleh orang diluar Bantul," tandasnya.

Sejauh ini, papar Handoko, AMP di wilayah Bantul yang pemiliknya adalah pengusaha lokal sudah ada dan sudah beroperasi. Jika kemudian dibangun lagi AMP baru oleh investor luar, maka perlu dipertanyakan dimana letak semangat Pemkab Bantul untuk membina pengusaha lokalnya.

Di akhir pembicaraan Handoko menegaskan bahwa jika nantinya AMP tersebut beroperasi maka tidak serta merta semua kontraktor yang mengerjakan proyek di Bantul akan membeli aspal di tempat itu.

"Kalau investor luar itu berpemahaman bahwa besok semua kontraktor yang ngerjakan proyek di Bantul harus beli aspal disitu, itu salah besar karena secara aturan tidak ada dan saya yakin sekarang bukan jamannya lagi dipaksa seperti itu," tandasnya, meninggi. 

Penulis :
Editor : redaksiwk
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News