BANTUL (wartakonstruksi.id) – Hujan deras yang mengguyur Yogyakarta dan sekitarnya beberapa hari terakhir mulai berdampak. Banyak lubang bermunculan di ruas Jalan Wonosari-Yogyakarta. Bahkan lubang itu sudah memakan korban setelah ada pengendara roda dua yang terjatuh.
Peristiwa ini terjadi malam kemarin. Pengandara roda dua yang melintas di tanjakan Jalan Wonosari persisnya di dekat SMK Budi Dharma Bantul atau tak jauh dari jembatan Piyungan, terjatuh setelah roda kendaraannya terjerembab ke dalam lubang.
Lubang yang jumlahnya lumayan banyak di lokasi itu tertutup genangan saat hujan deras turun. Akibatnya pengendara tidak mengetahui adanya lubang yang beujung terjadinya laka lantas.
Baca juga:
Dari pantauan media ini di lapangan, pada siang hari, terlihat setidaknya ada lima sampai tujuh lubang di sekitar lokasi. Kedalamannya bervariasi. Pada siang hari, lubang-lubang itu jelas terlihat karena sudah diberi tanda dengan cat putih mengitari lubang. Sehingga pengendara bisa menghindar.
Tapi pada malam hari, apalagi saat turun hujan deras, ditambah penerangan yang tidak terlalu bagus jangan harap bisa menghindar dari lubang. Jika tidak benar-benar sigap, pengandara dengan kecepatan sedang pun bisa terjatuh dari kendaraannya. Selain di dekat SMK Budi Dharma, lubang juga terlihat di bagian tengah jembatan Piyungan kea rah Yogya.

Munculnya banyak lubang itu disesalkan Aliansi Pengawas Konstruksi (APK). LSM yang konsern memonitor pelaksanaan konstruksi ini mempertanyakan kinerja kontraktor yang memenangkan lelang pemeliharaan jalan. Padahal, lelang dilakukan awal dan sudah ada penandatanganan kontrak long segmen.
“Kontraktor tidak profesional, memperlakukan jalan nasional seperti jalan kampung. Jangan-jangan tidak punya AMP lagi pemenang lelangnya, tapi kok bisa menang ya?†tanya Baharuddin Kamba, Direktur Eksekutif APK.

Dia menjelaskan, jika sudah menandatangani kontrak, penyedia jasa seharusnya bisa mulai bekerja memperbaiki kerusakan dengan menambal lubang yang ada di beberapa titik. Apalagi sudah ada korban akibat kondisi jalan yang rusak tersebut.
“Jangan nunggu lebih banyak korban. Segera perbaiki sekarang. Apa gunanya lelang awal kalau pekerjaannya masih ditunda-tunda begitu. Instansi yang terkait juga jangan diam saja, ditegur kontraktornya biar segera bekerja,†pintanya.
Red
Â
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |