KAMPUNG MATARAMAN: Berdayakan Kaum Rentan, Beromzet Rp 3,8 M Setahun
Sabtu, 26 Januari 2019 09:05 WIB

Kampung-Mataraman-1

BANTUL (wartakonstruksi.com) – Bagi penikmat kuliner dan swafoto, Kampung Mataraman menjadi salah satu lokasi yang wajib didatangi. Dibangun sejak tahun lalu, Kampung Mataraman menawarkan aneka kuliner khas dan sport swafoto yang menarik.

Menempati tanah kas desa seluas 6 hektare, Kampung Mataraman berokasi di ring road selatan di Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kampung Mataraman dibangun bertujuan untuk memberdayakan kaum rentan di Desa Panggungharjo sekaligus untuk ketahanan pangan.

Baca juga:

“Kampung Mataraman ini dikonsep kembali ke alam. Para pegawainya diutamakan kaum rentan seperti janda, putus sekolah, kaum miskin, dan yang belum memiliki pekerjaan. Dari jumlah pegawai 48 orang, 75 persen dari kaum rentan itu,” ucap Nuzulina, Manager Kampung Mataraman kepada Warta Konstruksi.

Nuzulina mengungkapkan, tujuan lainnya didirikan Kampung Mataraman yakni ketahanan pangan sembari mempertahankan kearifan lokal. Mayoritas makanan yang dimasak di lokasi ini merupakan hasil bumi dari areal pertanian di sekitarnya.

Di 2019 ini, aspek ketahanan pangan di sekitar Kampung Mataraman akan dimantapkan dan terus ditingkatkan, sehingga bisa memenuhi segala kebutuhan masakan di antaranya beras, sayur matur, dan ikan. Dalam jangka panjang, Kampung Mataraman bisa memenuhi sendiri bahan baku yang dibutuhkan.

Meski baru berdiri setahun lalu, namun omzet Kampung Mataraman cukup besar mencapai Rp 3,8 miliar setahun. Kendati begitu, pengelola mengklaim tidak hanya berpikir profit melainkan juga benefit. Saat ini pengelola fokus memberdayakan warga Panggungharjo.

Supervisor Product Kampung Mataraman, Wawan menerangkan, pihaknya menyuguhkan makanan dan minuman tradisional khas Jawa. Unggulan menu dari Kampung Mataraman di antaranya sayur lodeh kluwih dan kacang panjang, mangut lele, dan ayam ingkung Jawa. Sedangkan minumannya ada jahe kencur jeruk (jakencruk) dan asem sere jahe (aserehe).

“Untuk sementara, kami fokus di kuliner. Ke depan kami akan menambah spot untuk selfie. Di sini karyawannya setiap hari memakai pakaian tradisional khas Yogyakarta,” katanya.

Kampung Mataraman juga dilengkapi kios oleh-oleh yang mayoritas barangnya buatan Desa Panggungharjo. Kemudian ada ruangan kantor, ruang kuliner, warung, patehan untuk minum, ruang VIP untuk rapat, bangunan limasan timur dan barat, bangunan tobong, serta gedung kaca CWS untuk rapat dan workshop BUMDES. (Arif K Fadholy)

Penulis :
Editor : Redaksi WK
Tags :
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News