Irigasi Tersier Minim, Warga Pondokrejo Andalkan Sumur Ladang
Rabu, 17 Oktober 2018 13:02 WIB
SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Ketersediaan saluran irigasi baik tersier maupun sekunder di Desa Pondokrejo Tempel Sleman masih sangat minim. Minimnya prasarana ini berdampak pada tidak optimalnya pasokan air irigasi yang ada di wilayah tersebut. Keberadaan Kali Mlinting dan kali Krasak sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah ini, namun karena minimnya prasarana irigasi membuat air tidak dapat di distribusikan dengan baik ke dalam areal persawahan. Atas kondisi ini warga berharap kepada pihak berwenang untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada, supaya kegiatan pertanian mereka dapat hasil yang lebih baik. Baca juga: Kepala Seksi Kesejehteraan Desa Pondokrejo Wiwin Aryanto, Selasa (17/10/2018) mengatakan luas lahan areal pertanian di wilayahnya mencapai 150 hektare dan tersebar di 9 pendukuhan. Dengan luasan tersebut jika panennya bagus maka akan mampu mencukupi kebutuhan beras di desanya, bahkan lebih. Masyarakat Desa Pondokrejo sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, kondisi ini tentu harus didukung oleh sarana dan prasara dari pemerintah daerah maupun pusat. Menurut Wiwin, untuk menunjang produksi pertanian di desanya perlu ditambah prasarana saluran sekunder dan tersier, harapannya aliran air akan lebih optimal. Selama ini air banyak terbuang di tanah karena lantainya masih murni dari tanah. “Kebutuhan air irigasi bagi area persawahan di wilayah Desa Pondokrejo dapat tercukupi dengan adanya kali Mlinting dan kali Krasak, namun kami masih kekurangan saluran tersier agar air lebih optimal di manfaatkan hingga persawahan, jika belum ada saluran tersier maka air banyak terbuang ke tanah karena lantainya masih murni dari tanah,”terangnya. Untuk mengatasi kekurangan pasokan air, sejauh ini para petani membangun sumur ladang yang dibiayai oleh dana desa yang pembangunannya dikerjakan secara swadaya oleh warga. Dana yang dikucurkan sebesar Rp 100 juta. Sayangnya, tidak disebutkan berapa unit yang dibangun dengan dana sebesar itu.   Jurnalis : Eko Purwono Editor     : Dodi Pranata  
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News