
Salah satu sudut embung. Pemancing terlihat tengah asik menyalurkan hobi memancing di embung Merdeka. Foto: Arif K Fadholy
Tak cuma itu, status embung juga bikin Pemdes Bingung. Pasalnya, embung dibangun di atas tanah masyarakat yang dibeli Pemkab Bantul. Sedangkan bangunannya masih milik Pemda DIY. Sejak dibangun enam tahun silam, belum pernah ada penyerahan kepada pihak desa. “Tanahnya punya Pemkab Bantul, bangunannya punya Pemda DIY. Kalau di atas tanah kas desa, pasti sudah lebih maju ke depan pengembangannya. Kalau sekarang kan bingung kita untuk pengembangannya karena belum ada penyerahan,†jelas Astriyono.
Akses jalan ke embung dinilai terlalu sempit hanya muat satu mobil. Foto: Arif K Fadholy
Kendati begitu ia mengakui pihaknya pernah satu kali menganggarkan pengembangan embung, yakni membuat gazebo di sisi selatan. Dari pantauan media ini di lokasi, embung tersebut dibatasi oleh jalan dan jembatan di tengahnya. Embung tersebut terlihat dua, namun di bawah jembatan terlihat ada saluran yang menyambungkan keduanya. Jembatannya ada dua, yang pertama ada di atas embung dan yang kedua ada berada di atas sungai kecil yang berada di barat embung. Di antara jembatan tersebut terdapat konblock yang dicat warna-warni.
Salah satu sudut embung Merdeka yang dibangun pada 2013 silam. Foto: Arif K Fadholy
Warga sekitar yang sering memancing di embung Merdeka, Bandi mengatakan, dulu embung tersebut dikelola oleh para pemuda di bawah naungan Desa Sumbermulyo, namun saat ini tidak ada yang mengelolanya. "Sekarang gak ada yang kelola, jadinya gratis mancing di sini. Kebanyakan ikan nila sisa-sisa acara mancing dulu," ujarnya. (Arif K Fadholy/Sodik)| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |