
Kadishub DIY, Sigit Sapto Raharjo, mengaku belum mendapat laporan progres proyek pemasangan 128 CCTV Trans Jogja. Foto: Dody S
Sementara Kasi Sarpras UPT Trans Jogja, Rizki Budi Utomo membenarkan adanya keterlambatan pemasangan CCTV dari jadwal semula. Karena itu dilakukan adendum untuk pemasangan CCTV yang diimpor dari Shenzen, China tersebut. “Sesuai Perpres ada alasan yang bisa diterima untuk dilakukan adendum. Saat itu, alasannya karena tertahan di Bea Cukai karena ada kesalahan perhitungan. Tapi semua datanya lengkap. Kami sudah laporkan semuanya juga,†katanya. Baca juga:
CCTV yang dipasang di 128 unit bus Trans Jogja diimpor langsung dari Shenzen, China. Nilai proyek mencapai Rp 2,7 miliar lebih. Foto: Dody S
Batas waktu adendum selama 40 hari dan berakhir pada tanggal 23 Juli 2018. Pekerjaan pemasangan CCTV disebut selesai pada tanggal 19 Juli 2018 dan sudah dilakukan provisional hand over (PHO) pada tanggal yang sama. “Garansi atau pemeliharaan kalau tidak salah 180 hari,†tambahnya. Wartakonstruksi berkesempatan melihat langsung operasional CCTV melalui layar monitor yang terpasang di Dishub DIY. Hasilnya, dari penampilan kasat mata kualitas gambar yang dihasilkan terlihat tidak terlalu terang. Gerakan di dalam kabin terlihat sedikit blur. Namun salah satu operator yang tengah stand by menimpali bahwa gambar akan terlihat jelas saat diunduh. “Kalau diunduh gambarnya jelas,†ucapnya. (Redaksi WK) Data Kegiatan Kegiatan : Pengadaan 128 CCTV Trans Jogja Lelang : Cepat ( tanggal 19 Februari 2018) Nomor kontrak : 551/316, Tanggal : 16 Maret 2018 Nilai Kontrak : Rp 2.763.366.100 Pelaksana : PT Grand Citra Paramita Waktu Pelaksanaan : 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender Adendum Nomor : 551/00185 (8 Juni 2018) 40 (Empat Puluh) Hari Kalender PHO : 19 Juli 2018 Masa Pemeliharaan : 180 Hari Kalender| Penulis | : |
| Editor | : wkeditor |