Berpotensi Ganggu Proyek Daerah, PU Sleman Desak Proyek Underpass Tuntaskan Jalur Eksisting
SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Jalur eksisting proyek underpass kentungan sudah mulai dirawat, namun sayang perawatannya masih parsial dan material yang digunakan untuk perbaikan dari aspal bekas cold milling. Padahal diketahui jalur ini nantinya akan digunakan permanen untuk lalu lintas dari arah selatan ke barat dan dari barat ke utara.
Pelaksanaan pekerjaan proyek dinilai tidak sistematis. Terlihat dari penanganan jalur eksisting dan penanganan daerah sekitarnya. Semestinya, jalur eksisting diperbaiki menyeluruh termasuk dengan sterilisasi terhadap utilitas yang ada, masih tampak tiang listrik yang berdiri kokoh, dan belum tampak pembuatan saluran drainase jalan.
“Semestinya kan bisa duduk bersama dikoordinasikan. Tiang-tiang yang ada di sana itu bisa diangkat dan dipindahkan agar tidak mengganggu. Toh akhirnya jalan itu juga dipakai sebagai jalur permanen. Setelah steril tinggal dibangun jalur eksisting yang permanen,†ucap Kabid Bina Marga Dinas PUPKP Sleman, Achmad Subhan ST.
[message title="Baca Juga :" title_color="#ffffff" title_bg="#515151" title_icon="fa-book-open" content_color="#0c0c0c" content_bg="#dddddd" id=""]
[/message]
Menurut Subhan, perbaikan menyeluruh jalan eksisting underpass Kentungan akan memperlancar arus lalu lintas. Jika tidak bukan mustahil akan menimbulkan problem serius dan mengganggu pekerjaan milik daerah yang akan segera dimulai.
“Kalau jalan eksisting tidak segera clear, maka nantinya akan berdampak pada pekerjaan yang digarap daerah terutama pekerjaan yang berkaitan kebinamargaan. Sebentar lagi kan sudah mau mulai lelang, apa mau kontraktor mundur pekerjaannya demi Kentungan. Kita kan juga harus
on progress dalam serapan anggaran,†katanya.
Lebih jauh Subhan menjelaskan, persoalan jalan eksisting underpass Kentungan tidak hanya itu. kondisi bisa semakin parah lantaran jalur yang selama ini digunakan untuk jalur pengalihan tidak selamanya akan berfungsi demikian. Tidak ada jaminan jalur-jalur itu tidak ditutup saat proyek pekerjaan daerah sudah dimulai.
Sementara itu, Sidik Hidayat ST, PPK Underpass Kentungan Satker PJN wilayah DIY mengatakan, perbaikan jalan eksisting underpass Kentungan belum bisa dilakukan menyeluruh. Dia berkilah curah hujan yang cukup intens menjadi salah satu penyebabnya. Meski ia memastikan perbaikan tetap dilakukan secara bertahap.
Untuk sementara perbaikan dilakukan dengan menambah lubang-lubang pada jalan eksisting dengan aspal cold milling. “Kami berusaha semaksimal mungkin. Kalau dibilang lamban, kami belum tahu ukuran speed up nya sejauh mana,†katanya.

Sidik mengungkapkan, perbaikan menyeluruh bisa saja dilakukan saat ini namun ia tidak yakin akan bertahan lama. Selain itu di bagian jalan eksisting belum ada saluran drainase. “Kalau mau kita aspal sekarang nanti rusak lagi, musuh aspal kan air. Perlu ada pemasangan U-Ditch dulu untuk membuang air,†terangnya.
Terkait jalan Timor-timur yang rusak karena dijadikan jalur alternatif, Sidik berkilah ruas jalan itu bukan ruas jalan yang direkomendasi sebagai jalur alternatif. Hanya saja, warga yang sudah tahu wilayah cenderung memilih jalan itu. Ia memastikan pihaknya bakal bertanggung jawab memelihara jalan tersebut.
Pantauan media ini di lokasi, di sepanjang jalan Timor-timur terlihat bekas perbaikan hingga di bagian ujung. Namun setelahnya mulai jalan Plemburan, Jalan Garuda, Jalan Bangau hingga tembus Jalan Palagan belum terlihat adanya pemeliharaan titik yang berlubang.
| Penulis |
: |
| Editor |
: wkeditor |