Akses Jalan ke Candi Klodangan Memprihatinkan
Selasa, 25 Desember 2018 20:43 WIB

Klodangan (1)

SLEMAN (wartakonstruksi.id) – Candi Klodangan di Sendangtirto, Berbah, Sleman merupakan salah satu candi yang ada di Yogyakarta. Ditemukan pada 1998 silam, candi ini masih sering dikunjungi warga. Tapi sayang, akses jalan menuju candi yang diperkirakan dari abad IX-X Masehi, jauh dari kata layak. Akses jalan jalan menuju Candi Klodangan hanya berupa parit yang dipenuhi semak-semak dan pepohonan. Kondisi ini tentu sangat berbahaya bagi pengunjung, terutama darin binatang melata berbisa. Pepohon liar sewaktu-waktu juga dapat melukai pengunjung. Baca juga: Warga sekitar tidak tahu menahu soal jalan parit ke lokasi candi. Mereka hanya tahu candi itu ramai dikunjungi setelah sempat dipublikasikan media lokal. Tukiran (56), warga sekitar candi mengaku sempat berulang kali mengusulkan pembangunan jalan menuju candi. Tidak hanya itu, ia juga mengusulkan pembangunan tempat parkir untuk kendaraan pengunjung. “Papan penunjuknya ada di sana (arah selatan), tapi kebanyakan yang datang malah masuk dari sini (jalan setapak tanah),” kata Tukiran, Selasa (25/12/2018). Tukiran tahu persis kondisi candi. Ia termasuk salah seorang yang ditunjuk dalam proses penggalian candi pada Juli 1998 setelah ditemukan warga satu bulan sebelumnya. Tukiran pun mengaku prihatin dengan akses jalan masuk ke candi. Warga lain, Andre Novan (27 tahun) mengaku senang bila akses jalan masuk ke lokasi candi dapat diperbaiki. Pasalnya jalan setapak yang cukup untuk dilintasi satu kendaraan roda dua itu kerap membuatnya repot saat membawa pakan ternak sapi.  “Kandangnya kan hanya beberapa meter dari Candi,” katanya. Sementara Ikhsan (62) tahun) mengatakan, jika lokasi di sekitar candi dikelola dengan baik ia berencana berjualan es buah dan makanan untuk tambahan penghasilan demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Dari pantauan Warta Konstruksi sejak Senin (24/12/2018), meski di sekitar batu-batu candi dibuat taman, kesan tidak terawat di luar pagar masih dapat jelas terlihat. Tiga kali jurnalis media ini mendatangi candi namun tak sekali pun bertemu penjaga candi. Bahkan pintu pagar masuk ke candi juga selalu tertutup. Candi Klodangan ditemukan pada 3 Juni 1998 dan ditindaklanjuti dengan ekskavasi dan penyelamatan oleh BPCB DIY. Ekskavasi dilakukan 2 tahap. Bangunan Candi Klodangan terbuat dari batu putih (tuff) dengan tanah 7,5 x 7,5 meter, berada pada kedalaman 1,2 meter di bawah permukaan tanah. Luas kompleks Candi ini sekitar 8 x 9,5 meter. A.S Adam
Penulis :
Editor : wkeditor
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News