BANTUL (wartakonstruksi.com) - Tender 11 proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kabupaten Bantul gagal menghasilkan pemenang. Seluruh paket yang ditenderkan gagal dengan alasan yang sama yaitu tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Sulthoni, pemerhati Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah mengaku heran karena 11 proyek yang sejatinya sangat penting itu bisa gagal. Dia mengaku tidak habis pikir karena tidak ada satu pun peserta yang lulus evaluasi penawaran.
Baca juga
"Perbaikan jalan-jalan di Bantul itu sangat penting dan tentu ditunggu oleh masyarakat. Sekarang dilelangkan kok malah gagal semuanya, tidak ada yang lulus evaluasi penawaran. Buat saya aneh, kok bisa berjamaah begini gagalnya..?" ungkapnya kepada wartakonstruksi, Senin (29/4/2026).
Lebih jauh Sulthoni menyoroti minimnya peserta tender. Menurutnya, sedikitnya peserta yang ambil bagian sangat tidak masuk akal mengingat jumlah pekerjaan yang ditenderkan tidak banyak, dan tidak sedikit pengusaha konstruksi yang butuh pekerjaan agar perusahaannya tetap berjalan.
Dia menambahkan, dari hasil pengamatannya, dari 11 paket pekerjaan yang tendernya gagal, 6 di antaranya yang ditawar oleh satu perusahaan saja. Lalu ada 3 paket pekerjaan yang di masing-masing paket itu jumlah penawarannya hanya 2 perusahaan.
"Sisanya ada yang 4 penawar ada yang 5 penawar. Kalau sebelumnya kan penawar itu pasti banyak kalau lagi sepi, meski pun akhirnya dlosoran. Tapi ini lain, penawarnya sangat minim sekali," sambungnya.
Salah satu pengusaha konstruksi ketika dihubungi terkait tender 11 paket pekerjaan yang gagal hanya menjawab singkat dengan membenarkan kegagalan tersebut tanpa memberi penjelasan lebih jauh "Iya mas" ucapnya singkat.
| Penulis | : WK 002 |
| Editor | : Dodi Pranata |