KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Kondisi Sungai Papah di Desa Sukoreno, Sentolo membutuhkan penanganan khusus. Sungai ini perlu dinormalisasi karena airnya sering meluap. Terakhir pada 2018 lalu, air dari Sungai Papah meluap dan mengenangi permukiman warga.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Kulonprogo, Yuli Yantoro, meminta Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) menormalisasi Sungai Papah dan membangun tanggul di dekat Bendung Drigul, Kecamatan Sentolo. Normalisasi sungai ini terakhir dilakukan pada 1982 silam.
Baca juga
"Warga Desa Sukoreno sangat berharap Sungai Papah perlu dilakukan normalisasi agar kejadian di tahun 2018 lalu tidak terulang lagi," kata Yuli Yantoro, Kamis pagi.
Yuli mengungkapkan, harapan lain agar normalisasi itu tidak dilakukan sebatas pengerukan tetapi memakai tanggul atau dibronjong. Pembangunan tanggul atau bronjong di bantaran Sungai Papah, akan sangat bagus dan mendukung keberadaan Bendung Drigul.
"Kalau ada tanggul maka Bendung Drigul dibangun pada 2018 bisa maksimal untuk pengairan bawang merah di Bulak Srikayangan, khususnya saat musim tanam ketiga yang sangat membutuhkan air," terangnya.
![{$lg[1]}](https://www.wartakonstruksi.com/upload/08-2019/Sering-Meluap--29-09.jpg)
Bendung Drigul sendiri dibangun berawal dari aspirasinya pada 2014 dan diselesaikan 2018. Bendung memenuhi harapan dari petani Bulak Kayangan, yang terdiri dari petani Desa Srikayangan, Demangrejo, Salamrejo, Tuksono dan Sukoreno.
Sumarjan, Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Srikayangan Sumarjan mengatakan, persoalan utama yang dihadapi petani untuk masa tanam bawang merah adalah ketersediaan air. Mengingat tanaman bawang merah butuh air yang cukup banyak.
Petani bawang merah, kata dia, sempat mencoba memanfaatkan air dari Bendung Drigul tapi ada permasalahan pada sayap. Tanggulnya kurang tinggi, sehingga pada saat Bendung Drigul ditutup, airnya meluap sebelum air mengalir ke saluran sekunder.
Sebagai solusi, petani meminta air ke Daerah Irigasi Papah. Tapi ini tidak efektif karena air hanya dialirkan dengan skema satu minggu mengalir, satu minggu mati. “Tanaman bawang merah kan perlu disiram setiap hari,” katanya.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |