YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Penataan kawasan embung Giwangan masih terus berjalan. Ada empat paket pekerjaan di embung yang akan menjadi bagian dari lokasi Taman Pintar 2. Salah satunya pemasangan jalur jalan lingkungan/ jalur pejalan kaki (pedestrian)/ jalan setapak. Namun item pekerjaan di lapangan tampak tidak memuaskan.
Pantauan wartakonstruksi.com, Jumat (4/12/2020) siang terlihat jalur pejalan kaki yang menggunakan bahan porous pavement sudah terpasang sebagian. Namun secara kasat mata terlihat jelas bila pemasangan tampak tidak rapi. Pada beberapa bagian terlihat pemasangan paving yang tidak simetris.
Baca juga
Selain itu, pada bagian yang sama ada yang terlihat seperti dicor di tempat. Hal ini terlihat dari bentuknya yang berbeda, pun dari warnanya yang tidak senada dengan paving permeabel yang ada di sampingnya. Dari sisi ukuran juga tidak sama.
Bagian yang dicor di tempat cukup banyak dengan ukuran yang beragam. Pada bagian yang cukup kecil, terlihat bagian yang dicor menyambung satu dan lainnya. Sepintas memang tidak tampak namun bila diperhatikan lebih detil, akan sangat terlihat jelas perbedaannya.
![{$lg[1]}](https://www.wartakonstruksi.com/upload/12-2020/tidak-simetris--04-15.jpg)
Sedangkan pada bagian paving cor setempat dengan ukuran cukup besar tampak jelas perbedaan dengan paving porous pavment pabrikan. Kontur, warna dan teksturnya berbeda. Pun ukurannya yang tidak simetris. Dari sisi kualitas, tentu paving cor setempat sangat layak untuk dipertanyakan.
Perbedaan lain yang terlihat mencolok pada kondisi fisik material, di mana material pabrikasi memiliki pori-pori agar air yang jatuh di atasnya bisa terserap. Sedangkan hasil cor setempat tidak tampak memiliki pori-pori sejenis.
Bagi WK, kondisi seperti ini sangat aneh karena di sekitar lokasi masih cukup banyak paving yang belum dipotong. Kenapa penyedia jasa dalam hal ini PT. Tri Tunggal Utama Jaya memilih cetak ditempat daripada menggunakan material dari pabrik.
Selain itu, yang menjadi sorotan media ini adalah kanstin atau pasangan bata yang menjadi pengunci paving tersebut. secara kasat mata pasangan dimaksud tidak rapi, dan pada bagian tertentu terdapat beberapa semen pasangan yang tampak sudah mengelupas.
Pantauan media ini juga, di sisi selatan terlihat satu pekerja sedang memotong paving menjadi bagian-bagian kecil, dan di sisi timur pekerja tampak sedang memasang paving permeabel baik ukuran besar maupun kecil.
Indikasi Praktik Pinjam Bendera
Pelaksana proyek dengan nilai Rp 2,6 miliar dari nilai HPS Rp 3,5 miliar itu, PT. Tri Tunggal Utama Jaya beralamat di Muntilan Kabupaten Magelang. Namun dalam pelaksanaan proyek terindikasi adanya praktik pinjam bendera. Perusahaan tidak mengerjakan sendiri proyek milik Dinas Pariwisata tersebut melainkan oleh kontraktor lain alias dipinjam benderanya saja.
| Penulis | : WK003 |
| Editor | : ED-WK02 |