SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Tiga bersaudara, Ragil, Septi, dan Joko tidak bisa menolak keadaan. Yatim piatu ini harus rela hidup serba kekurangan. Warga RT 02 RW 19 RW 19 Padukuhan Glagahombo, Desa Girikerto, Kecamatan Turi tinggal di rumah yang kondisi cukup memprihatinkan.
Kayu-kayu penopang genting rumah yang menghadap ke barat sebagian telah keropos sehingga rawan roboh. Daun pintu hanya terpasang di bagian depan dan belakang rumah saja, sementara kamar mandi terletak di belakang rumah dalam keadaan jauh dari layak, tidak dilengkapi jamban, pintu dan atap.
Baca juga
Di rumah yang hanya berukuran sekitar 4 × 5 meter tinggal 3 bersaudara yang kedua orang tuanya telah menghadap Sang Khalik. ketiganya yakin Ragil kelas 3 SMP, Septi 3 siswi SMK dan Joko sudah lulus SMA.
Kondisi itu pun memantik keprihatinan khalayak, salah satu yang bersimpati yakni Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sembada. Bersama sejumlah dermawan dan donatur, LBH Sembada melakukan penghimpunan bantuan untuk kepentingan renovasi rumah tersebut.
![{$lg[1]}](https://www.wartakonstruksi.com/upload/10-2019/WC-tanpa-pintu--14-22.jpg)
"Kami mendapatkan informasi mengenai kondisi rumah Ragil dari guru tempat dia bersekolah. Dia anak yatim, mulai kemarin kita mencoba menghimpun bantuan dari para donatur, hingga har ini sudah terkumpul sekitar Rp 15 juta, sisanya ada yang membantu dalam bentuk material semen dan pasir," terang Pembinan LBH Sembada, Sapto Nugroho Wusono, Senin (14/10/2019).
Sapto mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan survey lokasi. Setelah survey, lanjut alumnus magister hukum Universitas Janabadra (UJB) ini, pihaknya akan segera mengalokasikan bantuan yang sudah disiapkan.
Wartakonstruksi.com mencoba mendapatkan informasi kepada pihak Pemdes setempat. Menurut Kepala Desa Girikerto, Sumaryanta, sekitar 5 tahun yang lalu telah digulirkan program bedah rumah di rumah tersebut, namun dirinya tidak menyebutkan besaran alokasi dananya.
"Pernah dilakukan bedah rumah sekitar 5 tahun- an yang lalu, di tahun 2020 besok sudah kita anggarkan sebesar Rp 15 juta untuk bedah rumah, terdiri pembangunan lantai, kamar mandi dan renovasi atap, kita ambilkan dari PAD desa dan dari dana desa," terang Sumaryanta.
Yuni salah satu tetangga mengungkapkan untuk memenuhi kebutuhan BAB seluruh penghuni rumah itu memanfaatkan sarana WC yang tersedia di Masjid Nurul Islam yang letaknya tak jauh dari rumah. "Untuk mandi dan BAB, setahu saya saat ini mereka memanfaatkan fasilitas toilet yang ada di masjid belakang rumah," ungkap dia.
| Penulis | : Eko Purwono |
| Editor | : Sodik |