Perencanaan Buruk, 5 Tahun Underpass Miri Dibiarkan Mangkrak
Senin, 19 Agustus 2019 20:53 WIB

Kondisi+underpass+Kemiri+mangkrak

KULONPROGO (wartakonstruksi.com) – Pembangunan semestinya dilakukan dengan perencanaan matang dan kontinyu agar bisa termanfaatkan dengan baik. Bila tidak, maka pembangunan justru bakal muspro dan tidak memberi manfaat apa pun.

Nah, kondisi ini yang terlihat pda underpass Miri yang ada di Padukuhan Kemiri, Desa Margosari Kecamatan Pengasih. Kondisi underpass mangkrak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Padahal Pemkab Kulonprogo mengalokasikan dana Rp 1 miliar untuk pembebasan lahan bagi underpass yang digagas tahun 2013 silam.

Baca juga

Hingga kini selain kondisi bangunan tersebut kumuh, lahan yang sudah disiapkan untuk jalur alternatif juga hanya ditumbuhi rumput ilalang dan belukar. Papan nama masih tampak terpasang, serta jalur yang berada di bawah rel kereta api ini hanya dipenuhi genangan air serta ditumbuhi rumput ilalang.

Kondisi yang sama juga tampak pada lahan yang bakal dijadikan jalan raya, meskipun masih tertancap patok pembatas dari rencana pembangunan infrastruktur tersebut, juga tampak hanya ditumbuhi oleh belukar. Semula, pembangunan underpass di wilayah Kemiri direncanakan sebagai salah satu jalur alternatif guna mengurai kemacetan di seputar Kota Wates.

Mantan anggota Komisi 3 DPRD Kulonprogo, Muhyadi S.Pd yang tahu persis rencana pembangunan underpass Kemiri menuturkan, underpass yang sudah ada semestinya terus diikuti dengan pembangunan – pembangunan lainnya sebagai pendukung dari adanya rencana dalam mengurai kemacetan arus lalu – lintas di Kota Wates.

“Dulu itu sudah pernah saya sampaikan, kalau bangunan itu sudah ada seharusnya sudah ada tahapan dan progress, sehingga pihak eksekutif sudah punya tahapan – tahapan dalam membangun sarana penunjang underpass itu. Dan agar tidak percuma ini mestinya mulai diprogramkan lagi,” ungkap Muhyadi.

Ditambahkan juga, rencana awal dari pembangunan underpass tersebut, selain sebagai solusi mengurai kemacetan lalu – lintas juga sebagai penataan Kota Wates yang terbelah rel Kereta Api. “Itu memang sudah cukup lama ya, tapi seingat saya underpass itu juga untuk penataan kota, sehingga yang selama ini akses warga dari satu wilayah ke wilayah lain terbelah rel kereta api, diberikan sarana itu. Apalagi underpas Kemiri ini kan ada di dalam kota, disitu banyak sekali pemukiman padat dan fasilitas publik,” tandasnya.

Sedangkan dengan adanya bangunan Underpass yang mangkrak hampir selama 5 tahun ini, Pemkab diminta segera menindaklanjuti dengan program pembangunan lainnya sehingga keberadaan underpass tersebut bisa berfungsi sebagaimana mestinya. “Mestinya pemerintah sudah punya rencana – rencana, baik DED maupun pembangunan yang lain, dan bisa saja tiap tahun itu diprogramkan anggarannya, sehingga progresnya jelas,” pungkas Muhyadi.

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News