KUPANG (wartakonstruksi.com) - Pemerintah Kota Kupang sangat serius menyelesaikan permasalah air bersih. Oleh karena itu, segala cara akan dilakukan untuk mengatasi persoalan ini, termasuk menggandeng investor.
"Saat ini Pemkot Kupang gandeng PT. Dain Celicani Cemerlang dan sudah dilakukan penandatangan MoU di Balai Kota beberapa waktu yang lalu. Ini bukti bahwa pemerintah Kota Kupang bekerja keras mengatasi kebutuhan akan air bersih," ungkap Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore.
Baca juga
Jefri mengungkapkan, sebenarnya jumlah sumber air di kota ini cukup banyak. Hanya saja ada kendala dalam pengelolaan karena tidak ada investor yang masuk. “Dana juga masih kurang. Kita punya PAD hanya Rp 175 miliar. Dengan dana seperti itu kita tidak mampu berbuat apa-apa,” jelas Jefri.
Jefri memberi apresiasi atas komitmen PT Dain Celicani Cemerlang yang telah menyiapkan investasi pengelolaan air bersih di Kota Kupang. Dengan begitu, ada kemajuan dalam penanganan persoalan air bersih. “Saya berterima kasih bahwa kita sudah melangkah lebih maju lagi. Pak David adalah salah satu mitra kita yang akan membantu Pemkot dalam menangani persoalan air bersih,” tambah Jefri.
Direktur Utama PT. Dain Celicani Cemerlang, David Suryabara, saat di konfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, perusahaannya akan menginvestasikan penyertaan modal untuk pengeloalaan air bersih di Kota Kupang. Ia akan memanfaatkan setiap potensi air baku yang ada di wilayah ini.
“Saya adalah putra daerah dari Kupang. Saya akan menanamkan dana untuk investasi di Kupang ini dengan biaya tidak terbatas. Yang penting Kota Kupang ini bisa mendapatkan air bersih,” kata David.
Dalam waktu dekat perusahannya akan mempersiapkan seluruh persyaratan pengelolaan. Dengan demikian sesegera mungkin persoalan air bersih dapat terselesaikan. “Targetnya dalam waktu delapan bulan,” terang David.
Ia menambahkan, selama dua bulan pihaknya akan menyiapkan feasibility study. “Kalau sudah ada patokan, kita akan bangun dengan segera. Dalam delapan bulan kita akan selesaikan dan air di Kupang akan mengalir,” jelasnya.
Kota Kupang, sambung David, membutuhkan air bersih 600 hingga 800 RPS sampai tahun 2030-2035. Dan saat ini akan dibangun 200 RPS. Total dana yang dibutuhkan antara Rp 75 miliar sampai Rp 100 miliar. “Sehingga saya targetkan di akhir tahun 2020 sudah bisa terealisasi. Mata air yang akan dieksplorasi adalah Liliba dan Manikin,” pungkasnya.
| Penulis | : Yoseph PS Bataona |
| Editor | : Sodik |