SLEMAN (wartakonstruksi.com) - Gunung Merapi merupakan salah satu Gunung Api teraktif di Indonesia, terletak 30 Km di sebelah utara kota Yogyakarta. Gunung Api ini mencakup dua Provinsi, yaitu Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Terdapat 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
Erupsi 2010 mengakibatkan banyak kerugaian baik materiil dan non materiil. Hal tersebut juga berdampak terhadap perekonomian di wilayah terdampak. Banyak infrastruktur yang mengalami kerusakan. Salah satunya adalah beberapa bangunan sabodam. Nama sabo berasal dari bahasa Jepang. Sa berarti pasir, sedangkan bo berarti pengendalian. Dam sabo lebih kurang berarti bendungan pengendali pasir atau material vulkanik.
Baca juga
Secara teknis, dam sabo adalah bangunan mengambang (fondasi dangkal) yang tersusun secara seri dalam satu kesatuan sistem penanggulangan sungai.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui PPK Pengendalian Lahar Gunung Merapi, SNVT PJSA Serayu Opak pasca erupsi Merapi 2010 terus melakukan perbaikan dan pembangunan sabodam. Total sabodam yang telah direhabilitasi dan direkonstruksi sebanyak 103 sabodam yang tersebar di 15 sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
“Pada tahun anggaran 2019 ini, PPK PLG Merapi juga melakukan pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan perbaikan sabodam yang tersebar di 10 lokasi, yaitu 7 lokasi di Kabupaten Magelang dan 3 di Kabupaten Sleman,” ucap PPK PLG Merapi, Naryo Widodo. S.T., M.T.
Pekerjaan pembangunan dan perbaikan sabodam tahun ini digarap PT. Brantas Abipraya dengan nomor kontrak: HK 02 03/SNVT-PJSA.SO/ Merapi/2018/01 tanggal 4 Oktober 2018. Pekerjaan dengan nilai kontrak Rp. 111.157.000.000 ini dijadwalkan selesai dalam 540 hari kalender. Proyek digarap dengan dana LOAN – JICA IP 566.
Menurut Naryo, dengan adanya pelaksanaan pekerjaan ini selain berfungsi utama sebagai pengendali sedimen, bangunan sabodam yang dibangun juga terdapat beberapa yang berfungsi multi purpose sebagai intake irigasi. Diharapkan masyakarat dapat menerima manfaat yang sebesar – besarnya dari pelaksanaan pembangunan ini.
Dia menambahkan, progres pelaksaan pekerjaan sampai dengan pertengahan Oktober 2019 sudah mencapai 89,79 persen dari rencana 71,33 persen. “Progres fisik dengan deviasi positif ini diharapakan dapat memacu penyedia jasa untuk dapat selalu bekerja dengan baik, agar sesuai dengan tepat mutu, tepat waktu dan tepat guna,” katanya.
Daftar lokasi Pekerjaan Construction And Rehabilitation Of UrgentSabo Facilites In Mt. Merapi Area
|
No |
Nama Sungai |
Nama Sabu |
Kabupaten |
Fungsi |
|
1 |
Kali Putih |
PU-C Srumbung |
Magelang |
Pengendali Sedimen dan Intake irigasi |
|
2 |
Kali Gendol |
GE-D5 |
Sleman |
Pengendali Sedimen
|
|
3 |
Kali Gendol |
GE-D3 |
Sleman |
Pengendali Sedimen |
|
4 |
Kali Gendol |
GE-D2 |
Sleman |
Pengendali Sedimen |
|
5 |
Kali Pabelan |
PA-D3 |
Magelang |
Intake irigasi |
|
6 |
Kali Pabelan |
PA-C Prumpung |
Magelang |
Pengendali Sedimen dan Intake irigasi |
|
7 |
Kali Pabelan |
PA-C Ngemplak |
Magelang |
Pengendali Sedimen dan Intake irigasi |
|
8 |
Kali Lamat |
LA-C6A |
Magelang |
Intake irigasi |
|
9 |
Kali Lamat |
LA-GS6 dan GS7 |
Magelang |
Pengendali Sedimen dan Intake irigasi |
|
10 |
Kali Pabelan |
PA-C Srowol |
Magelang |
Pengendali Sedimen |
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |