Pekerjaan Lamban, Proyek SAH di Jl Indraprasta Dikeluhkan
Minggu, 08 September 2019 12:13 WIB

sejumlah+pekerja+sedang+menggarap+SAH+Indraprasta

YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Proyek pembangunan Saluran Air Hujan (SAH) Indraprasta Cs tak kunjung usai. Padahal ruas jalan di mana proyek dikerjakan merupakan jalur sibuk, meski bukan jalur utama. Akibatnya sejumlah warga mengeluhkan lambannya pekerjaan senilai Rp 4,6 miliar yang digarap PT Remaja Mandiri Jaya Selaras asal Semarang.

Wondo, salah satu warga di sekitar lokasi mengatakan, pekerjaan proyek berlangsung cukup lama. Ia menyebut pekerjaan berhenti sekitar dua puluh hari. “Kemarin hanya memasukan satu beton gorong-gorong. Yang di samping Phuket ini tidak dikerjakan, tapi mengerjakan yang di jalananan desa, “ ungkap Wondo.

Baca juga

Lambannya pekerjaan, lanjut Wondo, membuat warga merasa terganggu karena sulitnya akses. Kendaraan roda 4 tidak bisa keluar dari jalan itu, sedangkan roda 2 belum lama bisa mengakses jalan tersebut. “Jadi warga yang menggunakan kendaraan roda empat harus menitipkan kendaraannya di jalan,“ imbuh Wondo.

Supargio, pemilik warung yang terkena dampak proyek SAH tak jauh berbeda. Ia mengaku kerepotan karena dagangannya tidak lagi punya pembeli sejak proyek dikerjakan. Dia menyebut lambannya pekerjaan, karena proses pekerjaan tidak dilakukan secara simultan. “Kadang-kadang tidak dikerjakan,” katanya

{$lg[1]}
Pekerjaan SAH Indraprasta berjalan lamban sehingga dikeluhkan sejumlah warga. Foto: Ayunda Anggita Natami

Sementara Tugur, Ketua RT setempat mangatakan bahwa pembangunan SAH adalah gagasan yang ia berikan beberapa tahun yang lalu karena saat musim hujan air dari barat dan timur mengalir semua ke jalan desa sehingga mobil yang pendek dan motor yang melintas pasti mogok karena ketinggian banjir di atas 50 cm. menurut dia, seharusnya proyek SAH sudah selesai dikerjakan.

Dia pun meminta agar pengerjaan SAH tidak berhenti total dan tetap ada pengerjaan walaupun hanya hal-hal kecil. “Protes dari warga memang tidak ada tapi debu dari proyek sangat mengganggu, warga berinisiatif dengan menyiram tanah dengan air agar debu tidak beterbangan,” pungkasnya.

Penulis : Ayunda Anggita Natami
Editor : Sodik
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News