BANTUL (wartakonstruksi.com) - Proyek pembangunan bendung Kamijoro yang berada di aliran kali Progo tepatnya di Desa Kamijoro, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul pengerjaannya dikebut. Pasalnya proyek multi years itu sudah masuk tahun terakhir.
PPK Irigasi dan Rawa II BBWS Serayu Opak, Juwaidi SE ST kepada media ini mengatakan, meskipun belakangan ini hujan mengguyur wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, namun tidak berpengaruh terhadap pekerjaan pembangunan bendung Kamijoro.
“Apapun cuacanya pengerjaan terus dilaksanakan, bahkan dikebut dengan harapan dapat rampung sebelum kintrak berakhir. Sehingga bisa segera bermanfaat bagi khalayak,” terang Juwaidi.
Juwaidi SE ST.[/caption] Proyek ini, paparnya, menelan anggaran Rp 200 miliar harus rampung pada akhir tahun, tepatnya tanggal 11 Desember 2018 sudah dilakukan berita acara penyerahan atau PHO ( Provisional Hand Over ).
Anggaran pengerjaannya menggunakan Tahun Jamak atau Multi Years, yang pada 24 Agustus 2016 dilakukan tanda tangan kontrak yang bernomor : 30/PPK/PJPA.SO/2016, Namun saat penanda tanganan kontrak pejabatnya masih atas nama Suparno ST, karena pensiun nama terakhir tersebut diganti oleh dirinya, ungkapnya.
Dengan adanya bendung Kamijoro lanjutnya, dapat meningkatkan hasil pertanian di wilayah tersebut karena targetnya mampu mengairi sawah seluas 2.370 hektar.
"Bendung Kamijoro baru ini merupakan jenis bendung tetap, tipe Ogee plus pembilas, data teknis bendung ini meliputi dimensi bangunan bendung, dimensi penguras bendung, dimensi bangunan pintu penguras bendung, dimensi saluran pengambilan, dimensi pintu pengambilan,dimensi saluran pembilas, dimensi pintu saluran pembulas dan dimensi pengambilan air baku,"jelasnya.
Sementara itu, progress bendung kamijoro sudah teralisasi 70 persen, hasil ini menunjukan progress positif karena melebihi dari target realisasi. "Dengan demikian kita optimis sebelum tanggal kontrak berakhir proyek sudah selesai,"pungkas Juwaidi
| Penulis | : D-PS |
| Editor | : ED-WK01 |