YOGYA (wartakonstruksi.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta dibuat repot dengan banyaknya kertas berserakan di kawan alun-alun utara (Altara). Kertas berserakan dalam jumlah banyak itu merupakan sisa petasan yang dibakar menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 1440 H lalu.
Kondisi ini tentu sangat mengecewakan karena warga seenaknya saja membakar petasan di kawasan publik itu dan membiarkan sampahnya mengotori lingkungan. Kondisi kertas bekas petasan yang cukup halus dan ringan ditambah rerumputan yang tinggi membuat 10 petugas yang dikerahkan mengalami kerepotan.
Kepala Seksi Penanganan Sampah Ahmad Haryoko mengatakan, meski cukup sulit namun tim yang diterjunkan tetap berusaha membersihkan sampah kertas bekas bakaran petasan tersebut. Ia berharap agar pada tahun depan peristiwa seperti ini tidak terulang lagi.
Selain mengotori lingkungan, juga menimbulkan polusi suara. Apalagi radiusnya sangat dekat dengan Keraton Yogyakarta dan Masjid Besar Kauman Yogyakarta. “Kami mengimbau kepada masyarakat jangan bakar petasan lagi di tahun depan. Rayakan Idul Fitri dengan cara lain,” imbaunya.
![{$lg[1]}](https://www.wartakonstruksi.com/upload/07-2019/Sisa-Petasan-2--03-03.jpg)
Haryoko juga mengimbau segenap warga Yogyakarta da n warga dari luar Yogyakarta untuk tetap menjaga agar kota Yogyakarta tetap bersih.
Redjo, salah satu petugas mengungkapkan kekecewanya kepada warga yang dengan seenaknya mengotori lingkungan khsusnya di Alun Alun Utara. Menurut dia, seharusnya warga tidak seenaknya membuang sampah, atau membakar petasan sembarang karena akan mengotori Alun Alun.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |