BANTUL (wartakonstruksi.com) – Jalan pendekat jembatan Gayam di Karanggayam, Segoroyoso, Pleret masih menunggu kabar baik kapan dibangun. Seperti halnya jalan pendekat jembatan Benyo dan Kedungjati, nasib jalan pendekat jembatan Gayam juga suram lantaran ulah pejabat yang ‘ogah’ memproses hasil tender.
Padahal, kerusakan jalan itu membuat warga sekitar tidak nyaman. Lebih-lebih karena keruskan juga terjadi setelah adanya proyek jembatan Gayam tak jauh dari lokasi.
Baca juga
Demikian diungkap Kandar, warga setempat. Menurut dia, ruas jalan Suren - Kerto atau oleh warga sekitar lebih dikenal dengan nama Jalan Tempuran tersebut mengalami kerusakan semenjak dimulainya proyek pembangunan Jembatan Gayam di Padukuhan Karanggayam, Segoroyoso, Pleret.
"Jalannya jadi rusak gara- gara tiap hari dilewati truk yang ngangkut material buat (proyek) jembatan Gayam, mas," kata Kandar di lokasi, Kamis (24/4/2020).
Selain itu, lanjut Kandar, kerusakan jalan Tempuran diperparah oleh lalu lalang kendaraan pengangkut material batu dari lokasi penambangan batu di bukit Mengger, Dusun Sindet, Trimulyo, Jetis. Setiap hari kendaraan pengangkut batu melintasi jembatan Gayam serta ruas jalan Suren - Kerto.
Kandar berharap, kondisi ruas jalan Suren - Kerto segera diperbaiki. "Yang jelas jadi nggak nyaman dilalui, Mas. Padahal (ruas) jalan ini (Suren-Kerto) sangat penting buat warga sekitar sini," katanya.
Susi, pedagang makanan dan minuman di perempatan Balekambang, Dusun Karet, Pleret, Pleret, yang berlokasi persimpangan jalan jembatan gantung - jalan Tempuran (ruas jalan Suren - Kerto) menambahkan, sepekan terakhir sudah ada tiga insiden kendaraan ambles di sisi selatan ruas jalan tersebut.
"Seingat saya sudah tiga kali kejadian selama seminggu ini, mas. Yang pertama truk ngangkut gas (elpiji) habis itu ada lagi mobil sampah sama mobil yang ngangkut alat pertanian. Mungkin saking sempitnya jalan gitu, mas. Padahal sejak jembatan (Gayam) jadi, jalanan sini jadi tambah ramai," kata Susi.
| Penulis | : WK 006 |
| Editor | : ED WK006 |