YOGYAKARTA (wartakonstruksi.com) – Meski sejumlah proyek ditunda akibat wabah Covid-19, namun proyek rehabilitasi bangunan Pasar Prawirotaman jalan terus. Hanya, prosedur keamanan di lokasi proyek diperketat guna menghindari penyebaran Covid-19.
Demikian disampaikan Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Balai PPW DIY, Arief Wahyu ST, Senin (13/4/2020). Menurut Arief, pengetatan prosedur keamanan dilakukan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 seperti yang dirilis Kementerian PUPR.
Baca juga
Dia mencontohkan, untuk para pekerja di proyek dengan kontrak multi years, yang semula mengontrak di rumah penduduk, seluruhnya dialihkan ke dalam gedung yang strukturnya sudah jadi. Di kompleks gedung itu dibuat semacam ‘barak’ agar bisa ditinggali para pekerja.
“Jadi tidak ada lagi pekerja yang di rumah warga, semuanya di dalam kawasan gedung Pasar. Jumlahnya ada 200 pekerja. Jadi semuanya keperluannya disiapkan di sana agar tidak ada kontak dengan orang luar,” ucap Arif.
Selain itu guna memastikan seluruh pekerja dalam kondisi sehat, dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan secara rutin. Pemeriksaan dilakukan dua kali sehari setiap pagi dan sore.
Kemudian, juga dilakukan pengetatan akses keluar masuk kendaraan baik kendaraan yang mengangkut material maupun personel. Hal itu diberlakukan sejak wabah Covid-19 mulai merebak. Harapannya, lingkungan sekitar proyek steril dari penderita virus mematikan ini sehingga tidak mengganggu pekerjaan.
Disinggung mengenai progress, proyek rehabilitasi bangunan Pasar Prawirotaman senilai Rp 57,6 miliar sejauh ini sudah mencapai 56 persen. Proyek menggarap konstruksi bangunan 4 lantai dan menerapkan eco building. Pada bangunan itu juga akan dilengkapi co working space.
| Penulis | : O-Kz |
| Editor | : Dodi Pranata |