SLEMAN (wartakonstruksi.com) – Penataan fasilitas publik dengan uang duit rakyat bertujuan agar bisa memberi manfaat luas bagi masyarakat. Dengan begitu semestinya, fasilitas yang dibangun itu pun memiliki kualitas yang cukup baik, sehingga tidak mudah rusak.
Tapi, yang terlihat di taman Embung Sendari ternyata berbeda. Pantauan media ini, fasilitas bermain di taman yang digarap dengan dana Rp 1 miliar lebih itu, sudah mulai rusak. Kerusakan terlihat pada fasilitas bermain berupa ‘enjotan’. Kerusakan ada pada bagian ‘per’ sehingga fasilitas itu tidak bisa lagi digunakan.
Baca juga
Kerusakan juga terlihat pada fasilitas ‘prosotan’. Pada bagian atas prosotannya terlihat sobek, dan di bagian akses naik diberi pembatas berupa bamboo agar tidak bisa diakses. Kondisi ini tentu disayangkan karena proyek itu belum berumur setahun.
Yang lebih parah lagi, terlihat pada bagian jogging trek sisi timur. Pada bagian ini sudah tidak bisa lagi diakses karena tertutup longsoran dan rumput liar yang cukup tinggi. Area itu merupakan bagian dari program penataan tahap pertama dengan dana Rp 2 miliar lebih.
Di lokasi yang tertimbun itu, semula terdapat kursi dari bahan kombinasi besi dan bambu. Belakangan, setelah ada penataan tahap 2, kursi berubah wujud dari bahan bamboo menjadi kayu dicat warna merah. Tapi kini, kursi itu pun sudah tidak terlihat lagi wujudnya.
![{$lg[1]}](https://www.wartakonstruksi.com/upload/11-2020/jogging-track--03-13.jpg)
Jika dibiarkan seperti ini, tentu saja anggaran yang digunakan untuk proyek itu tidak sepenuhnya tepat sasaran. Apalagi karena kerusakan masih saja dibiarkan dan fasilitas yang tidak bisa digunakan, tidak segera tersentuh perbaikan. Lalu, siapa yang harus tanggung jawab dengan kondisi seperti ini?
| Penulis | : MG WK012 |
| Editor | : ED WK06 |