Belasan Tahun Tak Berfungsi, Pemdes Hargomulyo Minta Bendung Kanjangan Dinormalisasi
Kamis, 03 Oktober 2019 08:30 WIB

Bendung+Kajangan+mengalami+pendangkalan+hebat

KULON PROGO (wartakonstruksi.com) - Pemerintah Desa Hargomulyo Kecamatan Kokap mendesak Pemkab Kulon Progo memungsikan kembali Jaringan Irigasi Kanjangan di wilayah Pedukuhan Pucang Gading desa setempat. Alasannya, sudah belasan tahun jaringan irigasi tersebut tidak bisa difungsikan secara normal sebagai sarana irigasi lahan pertanian.

Pemdes Hargomulyo mengaku sudah mengajukan permohonan normalisasi namun hingga kini sama sekali belum ditindaklanjuti. Dari pemantauan di lokasi Jaringan Irigasi Kanjangan, aliran dari Sungai Kanjangan sudah terkena sedimentasi cukup tebal sehingga hampir mencapai bibir bendung.

Baca juga

Pendangkalan yang terjadi kini dimanfaatkan sejumlah warga dengan menanam tumbuhan untuk pakan hewan ternak. Sedangkan saluran air yang berada dilokasi tersebut juga tampak mengalami kerusakan dengan dinding saluran yang sudah ambrol serta disisi bangunan lainnya sudah dipenuhi coretan dari tangan yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Desa Hargomulyo, Catur Wiji Santoso, jaringan irigasi Kanjangan bisa untuk mengairi lahan sawah milik puluhan petani dari dua Pedukuhan, yakni Pedukuhan Tapen dan Pedukuhan Tonobakal. “Apalagi pas menghadapi musim kemarau seperti sekarang. Dan dari desa tahun kemaren sudah mengajukan surat permohonan tapi sampai sekarang saya juga belum mendapat informasi apapun,” ujar Catur.

{$lg[1]}
Irigasi Kajangan yang memanfaatkan aliran dari bendung setempat sudah belasan tahun tidak berfungsi. Foto: Bhisma Bharata

Bendung Kanjangan dibangun pada Bulan Oktober 1989 dan mampu untuk mengairi lahan persawahan seluas tidak kurang dari 43 hektare. Bendung yang kini mengalami pendangkalan cukup tebal ini, sering meluap saat puncak musim penghujan. “Seperti tahun kemarin meluap ke pekarangan warga yang ada di sekitar sini. Kalau ini dinormalisasi, pas musim hujan bisa ada stok air dan saat kemarau seperti sekarang bisa dimanfaatkan oleh warga tani dari dua wilayah tadi,” tambahnya.

Pendangkalan Bendung diperkirakan sudah terjadi sejak lebih dari sepuluh tahun silam hingga ketebalan tanah di sungai sudah hampir mencapai bibir bendung. “Kalau secara persis saya tidak tahu tapi ini sudah cukup lama tidak berfungsi, dan kemarin ada permintaan warga agar segera mengajukan surat ke Pemda dan itu juga sudah saya lakukan meskipun belum ada perkembangan apa-apa. Harapan kita ya ini bisa segera ada normalisasi,” pungkas Catur

 

Penulis : Bhisma Bharata
Editor : ED-WK01
COMMENTS
Belum ada komentar dari pembaca

Opini

Popular News